![]() |
KKM Kapal Super Jaya Tewas saat Sandar di Tangkahan Bincuan. (foto/ist) |
Infomasi di lokasi kejadian menyebutkan bahwa, menjelang Idul Fitri kapal ikan KM Super Jaya tidak berangkat ke laut untuk menangkap ikan teri. Dan sudah empat hari kapal ikan itu sandar di dermaga. Madi sebagai kwanca, merasa bertanggung jawab atas keadaan mesin kapal ikan.
Sehingga siang itu, seorang diri, ia masuk ke dalam ruang kamar mesin kapal ikan. Tidak di ketahui secara pasti apa yang di lakukan di dalam kamar mesin tersebut. Belakangan diketahui kalau ia hendak menghidupkan mesin kapal. Dugaan dia meninggal dunia, akibat terkena sengatan listrik.
Ternyata, salah seorang pengurus kapal ikan mengetahui, kalau Madi berada di dalam kamar mesin. Setelah sekian lama berada di dalam kamar mesin. Pengurus kapal ikan itu pun manggil Madi. Namun tidak ada jawaban. Sehingga pengurus kapal ikan itu pun masuk ke dalam dan melihat Madi berada di lantai kamar mesin dengan kondisi sudah tidak bernyawa.
![]() |
Kapal Super Jaya bersandar di Tangkahan Bincuan. (foto/ist) |
Sementara itu paman korban, Jamiat mengatakan siang itu pihak keluarga mendapat kabar, kalau Madi telah meninggal dunia di dalam kamar mesin.
"Kami pihak keluarga sangat terkejut, sewaktu mendapat kabar kalau Madi meninggal dunia. Karena sepengetahuan kami, dia masih baik- baik aja," jelas Jamiat.
Dikatakan Jamiat, kalau kapal ikan KM Super Jaya GT 138 dengan alat tangkap pukat teri itu milik Bun Hong. Bahkan, atas peristiwa itu, pemilik kapal ikan hanya memberikan uang pemakaman sebesar Rp 3 Juta.
"Tadi pemilik kapal ada mengasih uang pemakaman sebesar Rp 3 Juta. Dan pemilik kapal juga berjanji akan memberikan uang duka," tutup Jamiat. (Awal yatim)