KEK Sei Mangkei, Kota Industri Modern Yang Berdaya Saing

SEI MANGKEI :Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei merupakan pendekatan pengembangan bisnis dalam bentuk kawasan khusus untuk pusat industri yang berbasis kelapa sawit dan karet.(foto:ist)

SEI MANGKEI :Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei merupakan pendekatan pengembangan bisnis dalam bentuk kawasan khusus untuk pusat industri yang berbasis kelapa sawit dan karet.(foto:ist)

HOLDING PTPN III (Persero) selaku pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara menggandeng sejumlah BUMN diantaranya Pertagas dan PT KA Logistik (Kalog) serta perusahaan swasta Unilever dalam upaya mempercepat pengembangan investasi dan infrastruktur di KEK Sei Mangkei.

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei merupakan pendekatan pengembangan bisnis dalam bentuk kawasan khusus untuk pusat industri yang berbasis kelapa sawit dan karet.KEK Sei Mangkei adalah kawasan industri yang berada disentra bahan baku berbasis agro, yang tidak dimiliki oleh kawasan industri lainnya di Indonesia.

Perkembangannya Kawasan Industri Sei Mangkei mempunyai filosofi sebagai “Eco Industrial Park” dengan pengembangan hilirisasi sumber daya alam hasil perkebunan di Sumatera Utara, terutama kelapa sawit dan karet.

Eksplorasi sumber daya alam menjadi produk hilir yang berkualitas harus mengedepankan prinsip suistanable dan ramah lingkungan.

PT Kawasan Indsutri Nusantara merupakan anak perusahaan PTPN III (Persero) bergerak dalam bidang jasa pengelolaan dan pemasaran Kawasan Industri, sehingga dapat beroperasi lebih lincah dan berorientasi bisnis dengan tetap memenuhi aspek hukum dan legalitas.

PT Kawasan Industri Nusantara mempunyai peranan penting dalam memperkuat posisi PTPN III (Persero) selaku Badan Usaha Pembangun dan Pengelola Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei sesuai dengan Keputusan Bupati Simalungun No.188.45/193/BPPD tahun 2015.

KEK Sei Mangkei terletak di Indonesia, tepatnya di Pulau Sumatera, Provinsi Sumatera Utara, Kabupaten Simalungun, Kecamatan Bosar Maligas. Secara geografis Kabupaten Simalungun terletak pada koordinat ’02036 – 03018′ Lintang Utara dan ’98032 – 99035′ Bujur Timur. Kondisi topografi Kabupaten Simalungun bervariasi yaitu dataran tinggi dan dataran rendah, berada pada ketinggian antara 20 – 1400 m di atas permukaan laut.

Kepala Sub Humas PTPN III (Persero) Herfrik Riyanto, mengatakan sebagai induk Holding PTPN (PTPN 1-PTPN XIV) sejak November 2017 lalu sudah melakukan 7 (tujuh) kerjasama dan MoU dari hasil Rapat Kerja Kemenko Bidang Ekonomi, KEK SeiMangkei. Penandantanganan perjanjian dan MoU ini diharapkan mendorong perkembangan investasi dan pembangunan infrastruktur saat ini.

Sejauh ini, realiasi investasi pembangunan infrastruktur dan indusri KEK Sei Mangkei mencapai Rp3,99 Triliun, penggunaan lahan (Occupation Rate) seluas 212 Ha atau 10,96 % dari total luas 1.933,80 Ha. Saat ini sudah berdiri pabrik minyak goreng PT Industri Nabati Lestari yang merupakan anak perusahaan PTPN III dan PTPN IV dan diprediksi akan beroperasi pada Mei 2018.

Sejauh ini, KEK Sei Mangkei menjadi incaran para investor, seperti PT Alternatif Protein Indonesia (API) dan PT All Cosmos Indonesia. PT API membutuhkan lahan 51 Ha untuk pengembangan industri protein alternatif dan Black Soldier Flies (BSF) dengan membangun Insect Bio Reactors (IBR) dengan nilai ivestasi US$500 juta. Sedangkan PT API akan membangun Ground Breaking dan keduanya sudah melakukan pembayaran panjar untuk kompentasi lahan seluas 51 Ha. Sedangkan PT All Cosmos Indonesia yang bergerak dibidang pupuk (Bio Kimia Fertilizer) membutuhkan lahas seluas 7 Ha diprediksi akan berinvestasi US$300 juta.

Holding PTPN III (Persero) selaku Badan Usaha Pembangunan dan Pengelola KEK Sei Mangkei berkomitmen untuk terus berupaya melengkapi fasilitas infrastruktur dan komitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada para pelaku usaha (tenant). Tentunya ini sejalan dengan Visi KEK SeiMangkei “Menjadi Kota Industri Modern Yang Berdaya Saing Tinggi dan Berwawasan Lingkungan Melalui Pengembangan Sumber Daya Alam Lokal Secara Optimal”.

Secara garis besar, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei dibagi menjadi 3 zona yakni, Zona Industri, Zona Logistik  dan Zona Pariwisata. Adapun peluang-peluang  investasi yang dapat dikembangkan berdasarkan pembagian zona tersebut sebagai berikut :

ZONA INDUSTRI

ZONA LIGISTIK

ZONA PARIWISATA

Oleochemical Dry Port Commercial Area
Biodiesel Liquid Storage Center Golf Course
Surfactant Warehoushing Hotel and Club House
Cattle Feeds Intermoda Exihibition Center
Energi From Pome Packaging Center Convention Center
Energi From EFB Dried Waste Proceshing Recreation Area
Paper Water Treatment Plant Sport Center
Organic Fertilizer Waste Water Treatment Plan Shopping Arcade
Rubber Industry           – Media Center
Industri Small and Medium           –                –

Comment