Sumut Bermartabat, Langkat Religius

Masjid Azizi dan Makam T.Amir Hamzah Destinasi Wisata Religi Dunia

Gubernur Sumut H.Edy Rahmayadi didampingi Bupati Langkat Terbit Rencana PA dan Sultan Langkat Tuanku Azwar Djalil Rahmad Shah AL-Hajj.(foto:MEDANmerdeka/Kominfo Langkat)

MASJID Azizi Tanjung Pura dan makam Pahlawan Nasional Tengkoe Amir Hamzah merupakan dua ikon sejarah yang tak dapat dipisahkan. Destinasi wisata religius ini merupakan warisan budaya sekaligus bukti peradaban Islam di bumi bertuah Langkat, Sumatera Utara.

Hal ini menjadi bukti Langkat bumi bertuah salah satu wilayah yang didiami beragam etnis, suku dan agama yang hidup dan berdampingan dengan rukun, aman dan kondusif di bawah bingkai Bhineka Tunggal Ika.

Tengkoe Amir Hamzah (Pangeran Indra Poetra) putra asli Langkat, lahir pada 28 Februari 1911 dan wafat diusia 35 tahun pada 20 Maret 1946.

Amir Hamzah dikenal sebagai Sastrawan Indonesia angkatan Poejangga Baroe dan Pahlawan Nasional. Puisi-puisi putra kesultanan Melayu Langkat ini dikenal mampu menggelorakan semangat perjuangan.

Tak heran, penampilannya yang selalu mengenakan peci, namun juga dari sikap dan tutur kata yang santun, tegas, jujur dan berani, dijuluki Saidina Ali dari Bumi Langkat.

Masjid Azizi didirikan Sultan Langkat Haji Musa tahun 1899 dan diresmikan anaknya Sultan Abdul Aziz Djalil Rachmat Syah pada 13 Juni 1902.

Masjid ini merupakan bangunan bersejarah peninggalan dari  kejayaan Kesultanan Langkat, juga sebagai bukti nyata kemajuan dari peradaban Islam yang mencapai puncaknya.

“Kedua ikon ini menjadi warisan budaya peradaban dan perjuangan Islam di bumi Langkat yang harus kita pelihara dan rawat untuk anak cucu agar mengenal semangat perjuangan pahlawan-pahlawan kita memperjuangkan NKRI. Hal ini sejalan dengan visi misi Sumatera Utara Bermartabat dan Langkat religius,” kata Gubernur Sumut H.Edy Rahmayadi didampingi Bupati Langkat Terbit Rencana PA dan Sultan Langkat Tuanku Azwar Djalil Rahmad Shah AL-Hajj.

Ketiga tokoh penting Sumatera Utara ini bersama ribuan umat Islam dan masyarakat Melayu Langkat menggelar tahtim dan tahlim serta membaca ayat suci Alquran di Masjid Azizi, dalam rangkaian renovasi dan pemindahan makam Pahlawan Nasional Tengkoe Amir Hamzah ke halaman depan Masjid Azizi.

Pemindahan ini sebagai wujud penghormatan kepada putra terbaik bangsa Indonesia. “Sebagai putra Langkat, izinkan saya membangun Langkat bersama Bupati Terbit Rencana untuk menjadikan Langkat lebih baik dan religius,” kata Gubsu Edy, beberapa waktu lalu.

Pemidahan makan Amir Hamzah diapresiasi Gubsu Edy Rahmayadi. Masjid Azizi Tanjung Pura sebagai destinasi wisata religi dan pemindahan makam Pahlawan Nasional Amir Hamzah merupakan bukti penghargaan dan rasa hormat kita kepada tokoh nasional yang tak lain putra Langkat.

"Selain memuliakannya, juga untuk meletakkan ke lokasi yang lebih layak, karena mahkam Tengkoe Amir Hamzah dan Masjid Azizi adalah bukti sejarah Islam di Langkat yang pantas untuk dipelihara dan dijadikan destinasi wisata dunia," pungkasnya.

Hal ini juga diperkuat Bupati Langkat Terbit Rencana PA. Masjid Azizi Tanjung Pura dan Pahlawan Tengkoe Amir Hamzah sejalan dengan visi misi Langkat Religius. "Semoga semuanya berjalan lancar dan tercapai seperti yang diinginkan," ujarnya.

Pemkab Langkat, sambung Terbit sangat menghormati dan menghargai jasa Tengku Amir Hamzah dengan mengabadikan namanya, membangun tugu Tengku Amir Hamzah sebagai monument di Langkat, serta membangun taman Tengku Amir Hamzah pada 1987, di Kecamatan Stabat dan tahun 2015 membangun Taman Budaya T. Amir Hamzah, terletak di sebelah kantor Bupati Langkat.

Pada 27 Agustus 2019, Bupati Terbit Rencana Masjid Azizi Tanjung Pura ke Unesco melalui Lembaga Cagar Budaya Provsu dan Kementrian Pariwisata RI, sebagai salah satu warisan budaya dunia.

Sultan Langkat selaku Sohibul Hajat, menjelaskan pemindaan ini bertujuan untuk memuliakan T.Amir Hamzah, sebab mahkamnya nanti akan dibangun lebih baik dan layak dari sebelumnya.

"Ini semua untuk memuliakan dan sebagai bentuk penghormatan kita, kepada pahlawan nasional negeri ini," ungkapnya.

Dikesempatan itu, Sultan Langkat, selain memohon doa untuk kelancaran pemindahan makam, juga mengucapkan terimakasih kepada Gubsu dan Bupati Langkat serta semua pihak atas dukungannya. Hingga rencana ini dapat dilaksanakan.

"Semoga niat baik kita semua ini, menjadi bukti bahwa kita adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya. Serta sebagai bukti kepedulian kita, menjaga sejarah agar sampai kepada anak cucu," sebutnya.

Komentar

Loading...