oleh

Mengenal Sri Wangi, Beras Organik Unggulan Sergai

DEWASA ini beras organik mulai dilirik masyarakat Indonesia hingga mancangara. Selain proses penanamannya yang dikenal ramah lingkungan, tanaman organik tidak menggunakan pestisida atau kimia.Pertumbuhannya menggunakan pupuk hijauan, kompos.

Hebatnya lagi, untuk memberantas hama tanaman organik menggunakan pestisida alami dan ini sudah menjadi kewajiban dalam proses penanganan dan pengendaliannya. Jadi, tidaklah heran jika harga beras organik bersertifikat jauh lebih mahal sebab mulai dari proses awal budidaya sampai dengan akhir pengemasan semuanya terpisah dengan proses budidaya non organik.

Di Sumatera Utara, beras organik bisa didapatkan di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai). Tanaman ramah lingkungan program Unggulan Kawasan Pedesaan Bupati Ir H Soekirman ini diberi nama “Sri Wangi” bersertifikat Organik Seloliman (Lesos) 2016, di launching pertengan Januari 2018 lalu.

Ir H Soekirman mengatakan, beras organik “Sri Wangi” memiliki keunggulan dari yang lain. Sri Wangi lebih harum, pulen dan tidak cepat basi jika dimasak. “Pengemasan produknya juga sudah menggunakan Vacum Packing Machine yang membuat beras tidak gampang berkutu,” terangnya kepada medanmerdeka.com.

Launching Beras Organik Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sri Karya Klaster Padi Binaan Kantor Perwakilan BI Sumut, di Desa Pematang Setrak Kecamatan Teluk Mengkudu, dihadiri Kepala Perwakilan BI Provsu Arif Budi Santoso, Kepala Group Adivisory dan Pengembangan Ekonomi BI Provsu Hilman Trisnawan, Kadis Pertanian Syafrial Budi SP, Kadis Ketahanan Pangan Ir Aliuddin, Manager Pemasaran Yuki Simpang Raya Felicia Pengurus Gapoktan Sri Karya, para penyuluh, kelompok wanita tani, dan masyarakat sekitar.

Hingga saat ini, sambung Soekirman, inovasi terhadap beras organik masih terus dilakukan, mulai dari penanaman, panen, pengemasan hingga pemasaran produk beras organik Sri Wangi. “Inovasi memegang peranan sangat penting dalam setiap program kegiatan maupun terhadap produk. Sedangkan untuk Visi Unggul memang telah unggul, inovasi memang ada inovasi, dan Berkelanjutan karena memang akan terus berkesinambungan dilaksanakan,” jelasnya.

Kabupaten Sergai, sebagai anggota Asia Local Government For Organic Agriculture (ALGOA), terwujud karena memang petani-petani organik ini terus menerus memberikan laporan dan kegiatan pengembangan pertaniannya yang semakin banyak diminati.

“Pemerintah, pengusaha dan rakyat harus kompak. Jika ketiga segi ini saling bersinergi dengan baik, tentu ini akan menjadi salah satu kabupaten terbaik di Indonesia dengan taraf perekonomian yang lebih maju dari daerah lain,” katanya.

Untuk mendukung rencana Desa Agrowisata, maka diingatkan kepada kita semua untuk mengutamakan kebersihan sarana umum seperti toilet sebagai cermin utama suatu tempat agar menjadi pilihan utama masyarakat berkunjung ke desa ini.

Sementara Kepala Perwakilan BI Provsu Arif Budi Santoso bahwa kegiatan pashing out tidak akan sukses tanpa dukungan dan partisipasi dari semua pihak termasuk pemerintah daerah dan para petani. Pashing out adalah akhir pembinaan dan pendampingan klaster padi Gapoktan Sri Karya yang dilaksanakan sejak tahun 2013 hingga sekarang.

Selain Gapoktan Sri Karya Desa Pematang Setrak, BI juga melaksanakan pendampingan di 2 klaster desa pesisir yaitu Desa Sei Nagalawan Kecamatan Perbaungan dan Desa Bogak Besar Kecamatan Teluk Mengkudu yang bergerak dibidang pertanian dan perikanan sesuai dengan potensi lokal yang ada.

Ketua Gapoktan Sri Karya Parlan Sibarani mengucapkan terima kasih atas pendampingan dari BI dan Pemkab Sergai mulai dari pelatihan-pelatihan, bantuan gedung pertemuan dan rumah singgah, lantai jemur, gudang kompos serta alat pemisah beras sekaligus vacuum machine dan kemasan.

“Dukungan ini menjadikan kami lebih maju serta mandiri dalam melakukan usaha pertanian. Mohon terus bimbingan dan bantuan dari BI dan Pemkab Sergai guna menjadikan Desa Pematang Setrak menjadi Desa Agrowisata Organik di Sergai,” kata Parlan.

Kadis Pertanian Sergai Syafrial Budi mengatakan berbagai program kegiatan Pemkab Sergai melalui Dinas Pertanian telah terus dilaksanakan secara berkesinambungan. Selanjutnya setelah pashing out ini menjadi tugas bersama guna pengembangan usaha beras organik seperti saat ini.

SRI Wangi Terkenal Hingga ASIA

TIGA varietas beras organik asal Desa Lubuk Bayas, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) diperkenalkan ke sejumlah perwakilan negara di Asia, termasuk USA. Hasil produksi masyarakat ini diperkenalkan langsung Bupati Sergai Ir.H.Soekirman di The 4th Asian Local Government for Organic Agriculture (ALGOA) Summit di Goesan Country, Chungbuk Organic Agriculture Reseach, Korea Selatan.

Soekirman mengenalkanSRI WANGI kepada Presiden IFOAM ASIA Prof Zhiau Chang di ALGOA Summit di Goesan Country, Chungbuk Organic Agriculture Reseach,Korsel.
Soekirman mengenalkanSRI WANGI kepada Presiden IFOAM ASIA Prof Zhiau Chang di ALGOA Summit di Goesan Country, Chungbuk Organic Agriculture Reseach,Korsel.

Pertemuan ALGOA dibuka langsung President of the Goesan Assambly Mr. Kim Young Bae, dihadiri 60 peserta dari 18 negara, termasuk USA, berlangsung selama dua hari (24-26 April 2018).

Ke-18 negara Asia yang ikut dalam kegiatan ini, diantaranya Philippines, Bhutan, Bangladesh, Indonesia, China, Australia, USA, India, Taiwan, Japan, Malaysia, Cambodia, Ukraine, Hongkong, Vietnam, Germany, United Kingdom dan Myanmar. Sedangkan di Indonesia sendiri, Kabupaten Sergai merupakan salah satu anggota ALGOA yang  ikut berpartisipasi.

Kadis Kominfo Sergai Ikhsan, AP mengatakan acara yang mengangkat tema “Family Farming and the Role of Local Governments in Organic Agriculture” merupakan yang ke-4 diselenggarakan dengan tujuan untuk mempromosikan praktik pertanian organik di Asia dan meningkatkan jejaring dengan pemerintah lokal di Asia maupun pada sektor swasta pertanian organik.

Dalam pertemuan ini, Bupati Sergai H. Soekirman memperkenalkan tiga varietas produk beras organik asal Desa Lubuk Bayas, Kecamatan Perbaungan, yaitu varietas beras putih, hitam dan merah kepada Presiden International Federation of Organik Agriculture Movements (IFOAM) ASIA Prof Zhiau Chang.

Meskipun Sergai anggota baru di ALGOA, namun kehadiran Bupati Soekirman dengan memperkenalkan beras organik mendapat apresiasi President IFOAM, Prof  Zhiau Chang dan bisa dijadikan contoh untuk daerah lain.

Kehadiran Bupati Soekirman sebagai member ALGOA adalah untuk menyuarakan petani negara berkembang agar dapat membangun gerakan pertanian yang sejajar dengan petani organik yang sudah lebih maju seperti di Korea Selatan, Cina, India dan Jepang.

Disela-sela kegiatan Bupati mengemukakan bahwa Sergai mempunyai komitmen dalam mengembangkan pertanian organik dan sedang getol untuk mempromosikanya. Salah satu yang diperjuangkan adalah bagaimana langkah-langkah pemerintah agar dapat membantu dalam hal sertifikasi serta teknik usaha tani yang low input dengan  marketing produk-produk organik.

Selain itu Bupati Soekirman juga berharap kepada Pemerintah Provinsi khususnya Sumatera Utara (Sumut) agar mengambil bagian dalam pengembangan bidang pertanian organik dengan cara membantu para petani untuk dapat lebih mudah dalam memasarkan produk-produknya,” pungkas Ikhsan.(rasum santarwi/mm)

Komentar

News Feed