Sumatera Utara Lahan Investasi yang Menggiurkan

POTENSI sumber daya alam yang melimpah dan sumber daya manusia yang luar biasa, sejatinya menjadikan Sumatera Utara (Sumut) sebagai kawasan paling menarik untuk sebagai tempat berinvestasi. Namun, hal itu belumlah cukup, jika tidak dibarengi dengan kebijakan yang tepat dari para pemangku kepentingan di daerah ini.

Visi dan Misi Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi dan Wakil Gubernur Sumut (Wagubsu) Musa Rajekshah dengan jargon ‘Sumut Bermartabat’ diyakini menjadi agenda yang baik untuk menciptakan daya tarik Sumut di mata investor. Meski baru ‘seumur jagung’ kepemimpinan Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah, sudah menunjukan tekad menjadikan Sumut sebagai destinasi paling menggiurkan bagi para investor.

Keseriusan dan kesungguhan Gubernur dan Wagub menjadikan Sumut sebagai kawasan layak bagi investor, setidaknya tergambar dalam Nota Keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumut 2019 yang disampaikan ke DPRD Sumut.

1.FESTIVAL : Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi menghadiri sekaligus membuka Ya'ahowu Nias Festival 2018 yang diselenggarakan di Lapangan Orurusa, Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan.(foto:ist/mm).
FESTIVAL : Gubsu Edy Rahmayadi membuka Ya’ahowu Nias Festival 2018 Kabupaten Nias Selatan.(foto:ist/mm).

Dari pendapatan daerah yang ditargetkan sebesar Rp15,2 triliun, dengan usulan belanja daerah sebesar Rp15,4 triliun lebih, Pemerintah Provinsi Sumut memfokuskannya untuk pencapaian visi misi Sumut Bermartabat, yakni lima poin penting seperti ketenagakerjaan, pendidikan, infrastruktur, kesehatan dan peningkatan daya saing dari sektor agraris dan pariwisata.

Untuk ketenagakerjaan misalnya, program peningkatan kesempatan kerja dan berusaha melalui penyediaan lapangan pekerjaan sebesar Rp82,7 miliar atau 1,68 persen. Kemudian peningkatan dan pemenuhan akses pendidikan Rp1,3 triliun lebih atau 27,91 persen, dan pembangunan infrastruktur yang baik Rp1,4 triliun lebih atau 28,64 persen, adalah yang paling signifikan.

Sementara poin peningkatan layanan kesehatan berkualitas sebesar Rp379 miliar lebih atau 7,73 persen. Serta peningkatan daya saing melalui sektor agraris dan pariwisata Rp 365 miliar lebih atau 7,43 persen, menjadi program yang terus mendapatkan tempat.

Melalui program pendidikan diharapkan akan lahir sumber daya manusia yang cerdas, memiliki keterampilan dan berdaya saing.  Pembangunan infrastruktur diharapkan dapat meningkatkan konektivitas, arus barang lebih efisien dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Begitu juga dengan  program ketenagakerjaan, kesehatan dan peningkatan daya saing dari sektor agraris dan pariwisata, seluruhnya diharapkan dapat mempermudah dan mendorong investor untuk berinvestasi di daerah ini.

Comment