Akademi Raflesia Genjot Produksi Sarang Burung Walet di Gorontalo

GORONTALO - Akademi Raflesia mendorong masyarakat pelaku usaha sarang burung walet di Gorontalo supaya mampu meningkatkan volume ekspor sarang burung walet sebanyak satu ton ke China. Selama ini, produksi sarang burung walet sekitar 500 Kilogram (kg) setiap bulannya. Namun hasil sarang burung walet itu masih mentah.

"Untuk meningkatkan volume ekspor, kita dari akademisi sarang burung walet akan menggelar seminar sekaligus memberikan pelatihan terhadap pelaku wirausaha sarang burung walet selama dua hari, 28-29 September 2019. Setelah pelatihan ini, hasil pelaku usaha dapat digenjot," ujar Kepala Perwakilan Akademi Raflesia Gorontalo, Yanto Torede, Rabu (18/9/2019).

Yanto mengungkapkan, Indonesia masih merealisasikan 50 persen dari kuota ekspor sarang burung walet ke negara China. Nilai ini belum tercapai 100 persen karena masih banyak produk di Tanah Air yang dinilai belum memenuhi standar sesuai yang diminta China.

"Dari total 500 ton kuota hanya 250 ton bisa direalisasikan oleh petani dari daerah-daerah di Indoensia. Untuk itu, standarisasi kelayakan ekspor begitu penting untuk di genjot, sehingga hasil panen sarang burung walet berkualitas ekspor. Oleh karena itu,  bentuk tangung jawab moral PT Raflesia mendorong hasil sarang walet dimiliki petani walet berkualitas eksportir," jelasnya.

Menurutnya, dalam pelatihan oleh akademisi sarang burung walet melalui PT Raflesia,  petani Walet akan mendapatkan pengetahuan tentang mengelola sarang burung walet, belajar jadi pengepul, cara membersihkannya,mengenai rantai bisnis sarang burung walet dan bagaimana pemasarannya.

Arif Budiman, konsultan sarang burung walet yang memiliki lisensi dari Asia Tenggara meyakini, pelaku usaha sarang burung walet di Gorontalo dapat meningkatkan produksi sarang burung walet berkualiatas dari 500 kg menjadi 1 ton setiap bulannya. Ini dapat terwujud setelah kalangan pelaku usaha mendapatkan pelatihan ke nantinya.

Menurutnya, Akademi Raflesia merupakan sebuah lembaga pelatihan sarang burung walet yang terpusat di Provinsi Bengkulu. Saat ini, akademi ini sudah membuka cabang di Gorontalo.Perusahaan dengan brand PT Raflesia Mandiri ini merupakan perusahaan eksportir sarang burung walet dengan jumlah besar ke China yang dikenal sebagai Negeri Panda itu.

Penulis: Yohana
Editor: Redaksi

Baca Juga