Bank Indonesia KPw Sumut Gelar Pertemuan Tahunan 2018

TAHUNAN: Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2018 Kantor Perwakilan Provinsi Sumatera Utara di Ballroom Hotel Adi Mulya Medan.(foto: Ahmad Rizal/MM)

Medanmerdeka.com - Dengan kapasitas perekonomian terbesar keenam di Indonesia, pertumbuhan Sumatera Utara selalu tumbuh diatas nasional. Pada triwulan III 2018, pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara tercatat 5,43% (yoy), lebih tinggi dari nasional (5,17%, yoy).

Hal ini dikatakan Pjs Kepala Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Propinsi Sumatera Utara (Sumut) Hilman Tisnawan  pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2018 – Kantor Perwakilan Provinsi Sumatera Utara di Ballroom Hotel Adi Mulya Medan Jumat (14/12/2018).

Menurutnya, realisasi ini didorong oleh tingginya permintaan domestik, terutama konsumsi swasta. Hal ini sejalan dengan Survei Kegiatan Dunia Usaha Bank Indonesia yang mengkonfirmasi perkembangan dunia usaha pada triwulan III 2018 yang meningkat dari 9,86% menjadi 23,03%.

Dari sisi eksternal, kinerja ekspor Sumatera Utara tumbuh melambat sehingga menahan akselerasi perekonomian lebih lanjut. Ekspor antardaerah tumbuh terbatas disinyalir dipengaruhi oleh permintaan bahan pangan yang menurun pasca HBKN Idul Fitri, sementara perlambatan ekspor luar negeri terjadi karena kontraksi harga komoditas secara global yang disertai dengan permintaan yang stagnan.

Secara kumulatif perekonomian Sumatera Utara mencapai 5,16% (ctc), lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya 4,97% (ctc). Dengan perkembangan tersebut, kami optimis perekonomian Sumatera Utara membaik secara keseluruhan di 2018.

Dilihat dari perkembangan harga, inflasi Sumatera Utara juga mengalami perbaikan. Inflasi Sumatera Utara pada November 2018 tercatat 1,77% (yoy), lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu 2,68% (yoy dan inflasi nasional).

Realisasi inflasi yang rendah didorong oleh pasokan bahan makanan yang melimpah, terutama cabai merah. Dalam rangka menjaga kestabilan harga, Tim Pengendalian Inflasi Derah (TPID) telah melaksanakan berbagai program, diantaranya melakukan operasi pasar untuk mengendalikan ekspektasi masyarakat pada Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) serta menginisiasi kerjasama dengan Satgas Pangan.

Kami memberikan apresiasi yang setinggi – tingginya kepada Tim Pengendalian Inflasi Daerah, baik di tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota dan Satgas Pangan, atas berbagai program yang telah berhasil diimplementasikan dalam mengendalikan harga di daerah.

Dengan perkembangan inflasi Sumatera Utara secara kumulatif mencapai 1,07% (ytd) pada November 2018, kami meyakini bahwa inflasi Sumatera Utara secara keseluruhan tahun lebih rendah dibandingkan tahun 2017. Inflasi yang terkendali tersebut diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat.

Kinerja ekonomi Sumatera Utara yang menggembirakan tidak terlepas dari stabilitas sistem keuangan yang terjaga. Intermediasi perbankan di triwulan III 2018 membaik, tercermin dari pertumbuhan kredit lokasi proyek yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan kredit tiga tahun terakhir (7,1% yoy) serta Loan To

Funding Ratio yang mencapai 92% dengan rasio NPL 2,7%, dibawah level indikatif. Kinerja kredit yang membaik didorong oleh konsumsi masyarakat dan investasi yang tumbuh tinggi. Data mengkonfirmasi adanya akselerasi kredit konsumsi dan kredit modal kerja juga tumbuh meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Di sisi lain, Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan melambat.

Perbaikan kinerja ekonomi juga terkonfirmasi dari peningkatan transaksi pembayaran tunai, baik secara volume maupun nominal.

Transaksi non tunai juga tercatat meningkat sejalan dengan upaya perluasan pembayaran berbasis elektronik dan pengembangan ekosistem pembayaran non tunai.

Penggunaan uang elektronik di Sumatera Utara pada Oktober 2018 tercatat tumbuh hampir 4 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya atau mencapai sekitar 170 ribu transaksi. Hal ini didukung oleh kegiatan elektronifikasi jalan tol yang meningkat dari 70% pada awal tahun menjadi 97% berkat fasilitasi yang dilakukan Bank Indonesia kepada Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), perbankan dan integrator sistem, baik di tingkat pusat dan daerah.

Dalam rangka mendukung efisiensi perekonomian, BI bersama perbankan telah menginisiasi penukaran kartu ATM/Debit berlogo GPN sebanyak 140 ribu kartu dalam waktu dua minggu, dibandingkan rata-rata realisasi provinsi lain yang mencapai 20 ribu kartu,”ujarnya

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah mewakili Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi sangat menyambut baik langkah- langkah yang telah dilakukan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sumatera Utara yang telah bersama sama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Satgas Pangan Sumatera Utara dalam melakukan pengendalian harga didaerah daerah.

Selain itu juga Bank Indonesia juga telah membentuk kluster – kluster di berbagai daerah seperti kluster batik, bawang, cabai dan kluster UMKM lainya yang diharapkan dapat berguna dan menambah penghasilan masyarakat, yang dharapkan dapat menambah kesejahteran dan menambah devisa bagi Sumatera Utara,”jelas Wagubsu.

Selain Wagubsu Musa Rajekshah, dan PJS Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Utara hadir dalam kegiatan ini yakni, Ketua Dekranasda Provinsi Sumatera Utara, Nawal Edy Rahmayadi, Anggota DPD RI Sumatera Utara, Parlindungan Purba, Unsur Forkopimda Sumatera Utara, Kepala Kantor Regional 5 OJK, Direktur Utama Badan Pengelola Otorita Danau Toba, Kepala Organisasi Perangkat Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota, Para Pimpinan Perbankan di Provinsi Sumatera Utara, Pimpinan BUMN, BUMS, Konsulat, Akademisi, Pengamat Ekonomi, dan Pemimpin Redaksi Media Cetak di Sumatera Utara serta Pelaku usaha dan Asosiasi Usaha di Provinsi Sumatera Utara.(mm)

Penulis:

Baca Juga