BIA 2019, Mark Dynamics Terbaik Sektor Industri Dasar dan Kimia

Presiden Direktur PT Jurnalindo Aksara Grafika Lulu Terianto menyerahkan penghargaan kepada Ridwan Goh.(Foto:MEDANmerdeka/Ist)

MEDAN - PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) berhasil menjadi emiten dengan kinerja terbaik dari sektor industri dasar dan kimia dalam ajang tahunan Bisnis Indonesia Award (BIA) 2019.

Presiden Direktur Mark Dynamics Indonesia Ridwan Goh mengaku senang perseroan dapat meraih penghargaan Bisnis Indonesia Award (BIA) 2019. Emiten dengan kode saham MARK yang baru genap 2 tahun melantai di bursa saham itu, mampu menyaingi 6 emiten lain dari sektor industri dasar dan kimia.

"Kami baru listing 2 tahun dan mungkin dari kategori small cap dan daerah, tetapi diperhatikan Bisnis Indonesia. Terima kasih kepada Bisnis Indonesia," kata Ridwan Goh, kepada Xun Bao ketika diwawancarai, Senin (22/7/2019).

"Kami cukup bangga dengan capaian ini, karena bisa bersaing dengan perusahaan-perusahaan besar yang multinasional. Dan informasinya, baru kali ini Kota Medan meraih penghargaan dan ini satu-satunya.

Biasanya perusahaan yang ada di Jakarta dan Surabaya. Award ini memacu kamiuntuk tumbuh lebih besar dan cepat di masa depan," ucapnya.

Ridwan mengungkapkan, telah menjalankan berbagai inovasi yang hasilnya berdampak signifikan pada kinerja perusahaan. Seperti memproduksi bahan baku cetakan sarung tangan secara mandiri, otomatisasi, dan saat ini telah menerapkan QR Code untuk sistem produksi massal.

Saat ini, lanjut Ridwan, secara rata-rata gross profit margin perusahaan berada di level 45 persen dengan nett profit margin sebesar 26 persen.

Untuk industri manufaktur, angka ini (26 persen) bisa dikatakan prestasi baik. Akan tetapi perusahaan tetap berupaya meningkatkan hingga level 28 persen.

Pada 2018, emiten dengan kode saham MARK ini berhasil membukukan penjualan sebesar Rp325,47 miliar atau tumbuh 35,73 persen secara tahunan.

Sementara itu, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp81,91 miliar, naik 74,05 persen secara tahunan.

Pertumbuhan kinerja produsen cetakan sarung tangan karet itu berlanjut di kuartal I/2019. Perseroan mengantongi penjualan Rp88,06 miliar, tumbuh 12,22 persen secara tahunan.

Sementara itu, laba tahun berjalan yang dapat dikontribusikan kepada entitas induk Rp23,05 miliar, tumbuh 27,77 persen secara tahunan. Perseroan memiliki total aset Rp379,75 miliar per 31 Maret 2019, naik 19,39 persen dari total aset Rp318,08 miliar per 31 Maret 2018.

Penulis: Akbar
Editor: Redaksi

Baca Juga