Cabai Merah Penyumbang Inflasi di Sumut

MEDAN - Inflasi di Sumatera Utara (Sumut) meningkat tajam sebesar 1,23 persen di April 2019 komoditi cabai merah sebagai penyumbang inflasi diikuti dengan bawang merah dan tomat buah.

Untuk menjaga stabilitas harga, Bank Indonesia (BI) terus berupaya mengendalikannya. Beberapa action plan atau langkah strategis pengendalian inflasi Sumut pun disiapkan BI bekerjasama dengan berbagai instansi terkait antara lain Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Badan Urusan Logistik (Bulog), dan Satgas Pangan.

“Langkah-langkah strategis yang disiapkan BI meliputi keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif,” tutur Kepala Kantor Perwakilan (KPw) BI Wilayah Sumut, Wiwiek Sisto Widayat, Kamis (9/5/2019) sore kepada wartawan dalam bincang media terkait perkembangan ekonomi Sumut di kantornya Jalan Balai Kota Medan.

Berbicara didampingi Direktur Andiwiyana S dan Kepala Divisi Pengembangan Ekonomi dan UMKM Demina Sitepu, Wiwiek menjelaskan langkah strategis untuk keterjangkauan harga antara lain dengan melakukan sidak pasar, menggelar pasar murah, penyediaan paket sembako murah, melakukan monitoring dan mencatat perkembangan harga kebutuhan pokok masyarakat di pasar secara intensif.

Kemudian, pelaporan perkembangan harga ke TPID dan satgas pangan melalui WA dan pembukaan Kedai Kita di Kampung Lalang.

Diungkapkannya, untuk ketersediaan pasokan harga BI juga mengagendakan operasi pasar, penindakan tegas bagi distributor yang melakukan kecurangan/penimbunan stok, melakukan pengembangan RPK dan penambahan stok pangan di Kedai Kita Pusat Pasar.

Sedangkan kelancaran distribusi dengan melakukan program kerjasama antar daerah/perdagangan antar daerah dari daerah sentra penghasil ke daerah yang kekurangan pasokan.Pada program komunikasi yang efektif dengan melakukan talkshow di berbagai media.

Wiwiek juga mengimbau untuk belanja bijak demi stabilitas harga. Misalnya berbelanja sesuai kebutuhan, membandingkan harga untuk memperoleh harga terbaik, berbelanja barang atau makanan pengganti jika harga barang yang perlu dibeli mahal serta tidak menimbun barang atau bahan makanan.

Penulis: Ahmad Rizal
Editor: Redaksi

Baca Juga