Dampak Virus Corona, di Sidimpuan Bawang Putih Meroket

Sri Dewi (37) pedagang Pasar Sangkumpal Bonang, juga mengkhawatirkan kenaikan harga bawang putih. (Foto: MEDANmerdeka/Amir)

SIDIMPUAN – Dampak virus corona yang terhentinya import bawang putih dari China, berimbas dengan naiknya harga bawang putih di Kota Padangsidimpuan dari Rp40 ribu per kilogram kini menjadi Rp80 ribu per kilogram.

Sri Dewi (37) pedagang Pasar Sangkumpal Bonang, juga mengkhawatirkan kenaikan harga bawang putih. "Ia bangg, harga bawang putih buat kami geleng kepala, minggu kemarin hanya Rp40  ribu sekarang Rp80 ribu. Abang bayangkan saja semalam masih Rp 70 Ribu langsung naik 10 ribu hari ini  makanya sering pembeli komplain ke kami," kata Sri.

Hal senada juga diungkapkan Andi (40), pedagang Pasar Tradisionil di Seputaran Padangsidimpuan , berkurangnya pasokan bawang putih impor dari Medan, berdampak pada kenaikan harga. Selama ini, bawang putih impor dari Tiongkok, masih dijual dengan harga Rp40 ribu.

"Setelah merebaknya kasus corona di China, pasokan bawang putih produk import sepertinya berkurang. Bahkan, kemungkinan ketersediaan bawang putih sudah terhenti. Harga bawang putih ini berpotensi naik lagi jika tidak ada pasokan," sebutnya.

Andi berharap pemerintah segera mengambil langkah akan kondisi tersebut, karena jika dibiarkan pedagang akan mengalami kerugian ke depannya.

"Saya berharap pemerintah kota segera meninjau dan mengambil langkah atas kelangkaan dan kenaikan harga biar bisa normal lagi seperti pada hari-hari sebelumnya. Jangan mereka sibuk mau gusur atau perjalanan dinas  aja tapi soal pengendalian harga tak pernah dilakukan walikota dan dinas perdagangan," tegasnya.

Kini pedagang komoditas pertanian dari barang  ekspor berharap dinas perdagangan dan pemko jangan hanya diam saja, sebab dipresdiksi harga bakal meroket setiap harinya termasuk kebutuhan pokok lainnya.

Komentar

Loading...