BI Sumut Terus Berupaya Menurunkan Inflasi

Dengan Meresmikan Mini Lab MA 11 Panen Cabe Merah & Padi Organik

DELISERDANG- Dalam rangka untuk menurunkan tingkat inflasi yang mencapai 6,47 persen, untuk tingkat Propinsi Sumatera Utara (Sumut), Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumatera Utara terus melakukan upaya, salah satunya dengan melakukan Peresmian Mini Lab MA 11 dan melakukan Panen Cabe Merah serta Padi di Kelompok Juli Tani di Dusun Jogja Desa Sidodadi Ramunia Kecamatan Beringin Kabupaten Deli Serdang Senin (30/9/2019) pagi.

Pernyataan ini dikatakan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Utara Wiwiek Sisto Widayat usai meresmikan Mini Lab MA 11 dan melaksanakan panen cabe merah serta padi bersama Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, Wakil Bupati Deli Serdang M Ali Yusuf Siregar, Ketua Kelompok Tani Juli Tani Yareli dan pimpinan OPD di jajaran Pempropsu dan Pemkab Deli Serdang, karena cabe merah dan padi merupakan penyumbang inflasi tertinggi di Sumatera Utara.

Menurutnya, Laboratorium MA 11 yang merupakan singkatan dari Mikroba Afaba 11 adalah laboratorium untuk mengolah pupuk organik sebagai salah satu pupuk guna meningkatkan hasil panen cabe merah dan padi," ini merupakan komitmen BI untuk mengembangkan usaha kecil dan menengah terutama elemen penyumbang inflasi di Sumatera Utara yakni cabe merah dan padi.

Selain itu, Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Utara terus berupaya melakukan bagaimana semua suplay bisa dipenuhi sesuai kebutuhan pokok masyarakat dan kebutuhan yang bergejolak di Sumatera Utara adalah cabai merah," jelas Wiwiek.

Ditambahkannya, sejak tahun 1992 Juli Tani sudah menanam cabai dan BI terus mendorong kelompok Juli Tani ini agar terus bisa ditingkatkan lagi hasil panen kelompok Juli Tani dan hasil panennya bisa dipasarkan ke Medan, langkah ini merupakan upaya untuk menormalkan kembali inflasi mencapai 3,5 persen yang merupakan posisi sedang.

Sejak tahun 2017 kelompok Juli Tani menjadi mitra binaan BI, dan sejak saat itu produksi bertambah dari luas areal 32 Hektar sekarang sudah menjadi 48 hektar dan kelompok Juli Tani ini menjadi rujukan dari beberapa dinas pertanian yang ada di luar propinsi Sumatera Utara dalam hal pengembangan dan budidaya cabe merah dan padi organik," jelas Wiwiek.

Selain meresmikan Laboratorium MA 11 dalam kesempatan ini pihak Bank Indonesia juga memberi bantuan sub terminal agriculture Mini Lab MA 11 dan benih padi serta merekomendasikan nara sumber Nugroho salah satu ahli dalam menyuburkan unsur hara tanah untuk bisa menjadikan masa panen lebih singkat dan produksi meningkat, untuk dapat memastikan semua kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi,guna meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani," harapnya.

Sebelumnya, Ketua Kelompok Juli Tani Yareli mengatakan perjalanan sejarah Kelompok Juli Tani yang sudah berkiprah sejak tahun 1998 dan saat sudah mulai menanam cabai dengan varietas lokal seluas 48 hektar lima hektar sudah beralih ke organik di dua Dusun yakni Juli dan Dusun Jogja yang sudah berdiri sejak tahun 1992 beranggotakan 152 orang dan menghasilkan 16 ton per hektare, seratus lima belas buah perkilo, dan banyak petani dari seluruh Indonesia melakukan study banding dan mahasiswa KKN di Desa Sidodadi Ramunia ini," terangnya.

Ditambahkannya, kita juga di Desa ini bertekad untuk makan apa yang kita tanam dan menanam apa yang kita butuhkan, agar kami memiliki daya saing dan bermartabat, untuk itu kami minta agar Kelompok Juli Tani terus dibimbing Bank Indonesia, Pemerintah Kabupaten Deli Serdang dan Pemerintah Propinsi Sumatera Utara," pintanya.

Selain itu juga Kelompok Juli Tani juga telah memasarkan cabe merah sebanyak satu ton perharinya di Pasar Induk Lau Cih, guna mensuplay kebutuhan masyarakat Kota Medan akan cabe merah," terangnya.

Wakil Bupati Deli Serdang M Ali Yusuf Siregar mewakili Bupati Deli Serdang dalam sambutanya juga mengatakan konsep Mini Lab ini sangat penting untuk mengefesiensikan waktu dan menambah hasil produksi yang akan berdampak pada peningkatan perekonomian di daerah Kabupaten Deliserdang," harapnya.

Sementara itu Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengatakan, inflasi sangat penting kita kendalikan, karena inflasi ibaratkan tensi darah dalam tubuh kita, kalau dia tinggi harus kita turunkan, dan normalkan, karena kalau dia tinggi terus, bisa mengakibatkan stroke.

Kalau sudah stroke percuma saja hidup, akan tetapi tidak bisa berbuat apapun, maka oleh sebab itu saya minta kepada Dinas terkait agar melakukan upaya guna menurunkan angka inflasi, kalau tidak bisa bila perlu kita ganti saja kadis - kadis tersebut," ujarnya.

Hadir dalam kegiatan ini Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Utara Wiwiek Sisto Widayat, Deputi Direktur BI Sumut Demina Sitepu,Humas BI Ely Sarianty, Fransiska dan staf lainnya, Ketua Kelompok Juli Tani Yareli dan anggotanya, Wakil Bupati Deli Serdang M Ali Yusuf Siregar, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Sumatera Utara Zonny Waldy, Kadis Peternakan dan Pertanian Pemprovsu Azhar Harahap, Kadis Ketahanan Pangan Pempropsu Dahler Lubis dan unsur Forkopimda Deli Serdang serta ratusan masyarakat sekitar.

Penulis: Ahmad Rizal
Editor: Redaksi

Baca Juga