Dianggap Curangi Konsumen, SPBU 14201138 Disegel

MEDAN - Dianggap mencurangi konsumen terhadap pembelian bahan bakar minyak (BBM), Kementerian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia (RI) bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Medan menyegel Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) 14201138 di Jalan Ringroad/Jalan Gagak Hitam Simpang Jalan Sunggal, Medan.

Direktur Jenderal (Dirjen) Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kemendag RI, Veri Anggriono Sutiarto mengatakan petugas pengawas menemukan adanya indikasi kelalaian atau kesengajaan pemilik SPBU yang membiarkan penyimpangan pengukuran dengan tidak melaporkannya kepada Unit Metrologi Legal Kota Medan.

Padahal, berdasarkan standard operating procedure (SOP) yang ditetapkan PT Pertamina. Setiap pagi sebelum transaksi BBM dilakukan kepada masyarakat, pihak SPBU harus memastikan bahwa seluruh pompa ukur memiliki tingkat kesalahan tidak lebih dari 0,5 persen.

"Kita temukan adanya dugaan takaran ukuran yang melebihi batas normal yang telah ditentukan dalam aturan. Diperalatannya juga ditemukan, yang mestinya tersegel, ini tidak tersegel oleh unit kami," terang Dirjen saat ditemui di Medan, Selasa (15/1/2019).

Sebelum penyegelan dilakukan, tim gabungan dari Pengawas Balai Kemetrologian Direktorat Metrologi, Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kemendag bersama dengan Disperindag Kota Medan terlebih dahulu melakukan sidak di dua SPBU yang dicurigai melakukan kecurangan pada Senin, 14 Januari 2019.

Menurut Veri, salah satu dari dua SPBU yang disasar terpaksa disegel petugas karena mengoperasikan 6 unit pengisi BBM (nozzle) jenis solar dengan tingkat kesalahan rata-rata mencapai -0,83 persen. "Seharusnya, jika angka kesalahannya lebih dari 0,5%, pengusaha SPBU wajib melapor kepada Unit Metrologi Legal setempat untuk dilakukan tera ulang," ungkapnya.

Petugas pengawas Kemendag menyegel satu unit dispenser yang terdiri dari enam nozzle agar peralatan tersebut untuk sementara tidak dapat dioperasikan sampai proses hukum selesai. (mari)

Penulis: Mari
Editor: Mauza

Baca Juga