Sumut Harus Miliki SDM Handal Pasarkan Komoditas Eksport

Hadapi Pertumbuhan Ekonomi Global Terus Melemah

MEDAN - Sumatera Utara (Sumut) harus memiliki sumber daya manusia (SDM) yang piawai dan hamdal untuk memasarkan komoditas eksport Sumatera Utara keluar negeri,guna menghadapi ekonomi global yang terus mengalami pelemahan, atau penurunan akibat adanya perang dagang dan trend penurunan ekonomi dunia.

Pernyataan ini dikatakan Kepala Kantor Wilayah Perwakilan Bank Indonesia Propinsi Sumatera Utara Wiwiek Sisto Widayat saat acara Bincang Bareng Media di Doffe Coffe Jalan Tengku Amir Hamzah Medan Rabu (6/11/2019) siang.

Menurutnya, penurunan atau pelemahan ekonomi ini bahkan mungkin lebih rendah dari tahun tahun sebelumnya yang tumbuh 3,2 persen akibat dari dampak perang dagang negara Cina dan Amerika.

Untuk itu Sumatera Utara, harus melihat eksport - eksport Sumatera Utara ke luar negeri, untuk melakukan kerjasama dengan negara Cina dan India, karena ekonomi global itu adalah eksport, seperti CPO, karet, kopi dan perikanan, karena sebetulnya kualitas CPO kita dan komoditas lainya tidak kalah kualitasnya dengan negara lain.

Untuk itu diperlukan negosiator yang piawai untuk melobi kedua negara tersebut agar eksport kita terhadap komoditas - komoditas diatas dapat masuk lebih banyak kenegara tersebut dengan harga yang cukup baik, sehingga kita Sumatera Utara khususnya, dapat menghadapi pelemahan atau penurunan ekonomi global yang terus mengalami penurunan," terang Wiwiek.

Selain itu, Bank Indonesia juga sudah menurunkan BI 7- Day Reverse Repo Rate atau tingkat suku bunga hingga 5 persen untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi lainya dengan harapan suku bunga lainnya dapat turun.
Seperti suku bunga untuk kredit kepemilikan rumah dan kredit konsumtif lainnya,"tambah Wiwiek.

Ditambahkannya, kalau sekarang kita ingin kredit rumah, selain bunga kreditnya sudah turun, juga uang Down Paymentnya juga sudah mengalami penurunan, hal ini juga merupakan upaya kebijakan Bank Indonesia untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia, dalam menghadapi pertumbuhan ekonomi global yang terus mengalami penurunan,"jelasnya.

Penulis: Ahmad Rizal
Editor: Redaksi

Baca Juga