Komunitas Pemerhati Pelayanan Publik Sebut Kompensasi PLN Picu Kesenjangan

MEDAN - Kompensasi yang diberikan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) diminta jangan tebang pilih. Pasalnya, rencananya PT PLN dalam memberikan kompensasi atas padamnya listrik di daerah Jakarta-Banten-Jabar-Jateng dapat memicu kesenjangan.

Hal itu disoroti Komunitas Pemerhati Pelayanan Publik. Koordinator Komunitas Pemerhati Pelayanan Publik, Bobi Septian mengatakan kompensasi yang diberikan PLN jangan hanya untuk masyarakat di empat daerah Jakarta-Banten-Jabar-Jateng saja. "Kalau PLN mau berikan kompensasi, masyarakat di daerah lainnya seperti di Sumut dan daerah lainnya di Indonesia yang mengalami hal serupa harus dapat jugalah," jelasnya di Medan, Sabtu (10/8/2019).

Dia yakin masyarakat di luar empat daerah tersebut menginginkan hal serupa yakni mendapatkan kompensasi. "Contohnya kami di Sumut yang selama ini cukup merasakan seringnya pemadaman listrik. Apa kami bukan pelanggan PLN yang memiliki hak mendapat hak yang sama. Kami bersama beberapa stakeholder terkait akan membahas hal ini dalam dialog publik yang melibatkan masyarakat," ujarnya.

Dikatakannya, Dialog Publik bertemakan Diskriminatif Kompensasi Pemadaman Listrik yang digagas Komunitas Pemerhati Pelayanan Publik bersama dengan Ikatan Wartawan Online (IWO) Kota Medan akan digelar pada Rabu 14 Agustus 2019. "Diharapkan hasil diskusi ini, nantinya bisa menjadi masukan dan pertimbangan bagi pemerintah pusat, terkait pemberian kompensasi pemadaman listrik untuk seluruh rakyat Indonesia," ungkapnya. (mm)

Penulis: Mauza
Editor: Redaksi

Baca Juga