Menggenjot UMKM Tabagsel di Pameran FO2T

Medanmerdeka.com - Festival Oleh-Oleh Tabagsel (FO2T) kembali digelar. Event ini diharapkan mampu meningkatkan omset pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Ketua Panitia Pameran Festival Oleh-Oleh Tabagsel,0 Dr Kirman Siregar STP MSi didampingi RAU FM T Faisal Laksamana  mengatakan, pameran F2OT salah bentuk promosi sekaligus pemasaran produk UMKM di Tabagsel, diantaranya meliputi Padangsidimpuan, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Padang Lawas Utara, dan Padang Lawas.

Dikatakannya, dengan penanganan yang serius, maka produk UMKM sangat diminati pasar. Dia berharap, melalui Festival Oleh-Oleh Tabagsel, para pelaku akan berkumpul dan melakukan transaksi bisnis, terutama lokal maupun dari luar Tabagsel.

"Tahun ini, aplikasi online shop oleh-oleh Tabagsel telah kita luncurkan dan dapat di download di gawai. Harapan kita, ke depan pelaku UMKM Tabagsel akan merasakan manfaatnya dengan ikut menjualkan produknya di online shop," kata Kirman, Senin kemarin (10/11/2018).

Dari 120 stand yang tersedia, 115 diantaranya sudah terisi penuh, termausk stand Ulos, Bolu Salak Kenanga, serta berbagai produk dan kerajinan lainnya.

Sejauh ini, sambung Kirman, pelaku UMKM Tabagsel cukup kuat dalam persaingan, hanya saja terkendala permodalan. "Untuk itu, kita menggandeng pihak sponsor untuk mendukung sekaligus membranding UMKM Tabagsel agar menembus pasar lokal, nasional hingga internasional,” tegasnya.

Pameran Festival Oleh-Oleh Tabagsel sudah digelar sejak tahun 2017. Event ini dianggap berhasil, dan dilanjutkan menjadi event tahunan.

Salah satunya, Bolu salak, Kripik dan berbagai panganan lainnya. Saat ini penjualannya sudah mencapai 5 Ton per bulan. “Kita ingin membuat UMKM itu bukan sekedar budaya, atau rutinitas semata, tapi harus menjadi bisnis yang bisa menciptakan kreatifitas," jelas Kirman.

Bolu Salak Kenanga murni 40% buatan sendiri, sedangkan 60% lainnya merupakan hasil produk yang dibeli dari para UMKM lain. "Nah, dengan begitu mau tidak mau, stakeholder juga harus mendukung konsep yang ada," pungkas Kirman.

Hal senada juga dikatakan Pembina Tabagsel Institute sekaligus Pimpinan Bolu Salak Kenanga Ir. H. Ali Muda Siregar. Dia mengakui sebanyak 60% produk yang dijual merupakan hasil kreatif UMKM di Tabagsel. "Saya siap mensupport permodalan bagi para pelaku industri rumahan yang kreatif," tegasnya.(ir/mm)

Penulis:

Baca Juga