Pasokan Cabai Merah Melimpah, Inflasi Sumut November Rendah

MELIMPAH: Pasokan Cabai merah yang melimpah faktor pendorong, inflasi bulan November 2018 di Sumatera Utara rendah.(foto: Ist/MM)

Medanmerdeka.com - lnflasi November berada pada level yang rendah. Secara tahunan, inflasi November tercatat 1,77% (yoy), Iebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya 2,73% (yoy) dan berada dlbawah rata rata historis 5 tahun terakhir (6,21%, yoy), Secara bulanan. IHK Sumatera Utara (Sumut) mengalami deflasi 0,51% (mtm), lebih rendah dibandingkan realisasi inflasi bulan Ialu 1,31% (mtm) dan tahun Ialu 0,43 (mtm).

Penurunan harga bahan makanan menggiring inflasi November ke level yang rendah. sementara inflasi kelompok Iainnya relatif stabil Dengan perkembangan tersebut, inflasi Sumatera Utara secara kumulatif sampai November 2018 mencapai 1,07% (yid) lebih rendah dibandingkan nasional 2,50% (yid),”ujar Pjs Kepala Perwakilan Bank Indonesia Himan Tisnawan dalam siaran persnya Senin (3/12/2018).

Ditambahkannya, penurunan harga bahan makanan didorong oleh pasokan Cabai merah yang melimpah. Pada November, penurunan harga terjadi pada kelompok bahan makanan yang mencatat deflasi 1.43% (yoy) dengan andil -0,35 (yoy), Koreksi harga terutama terjadl pada komodltas mama sepeni Cabai merah dan cabai rawit.

Sesuai hasil survey Bank Indonesia, kondisi ini terjadi karena pasokan meningkat seiring dengan panen di sentra cabai merah di Karo dan Batubara dan distribusi cabai jenis kotak dari Pulau Jawa. Hal ini terkonfirmasi melalui website www hargggangan. d yang menginformasikan penurunan harga cabal merah di Pasar Aksara 35%, dan Rp42.705 (Nov 2017) menjadi Rp27.600 (Nov 2018).

Tekanan inflasi bersumber dari kelompok perumahan dan transportasi‘ Kelompok perumahan dan transportasi memlliki andil Inflasi tertinggi pada periode berjalan, yaitu masing -masing 0,61% (yoy) dan 0,57% (yoy) Hal ini sejalan dengan kenaikan harga semen, beton, sewa rumah dan angkutan udara, Kenaikan harga pada kedua kelompok ini mengindikasikan adanya kenaikan permintaan dan konsumsl masyarakat yang relatif masih baik serta dlharapkan masih kondusif bagi perkembangan dunia usaha ke depan,”paparnya.

Secara spasial, perkembangan harga yang akomodatif dirasakan seluruh kota IHK di Sumatera Utara. Seluruh kota mengalami infasi yang relatlf rendah, secara berturut turut yaitu Medan 1,62% (yoy) atau -0,64% (mtm), Pematangsiantar 2,24% (yoy) atau 0.01 (mtm), Padangsidimpuan 2.69% (yoy) atau 0,50 (mtm), dan Sibolga 3,15 (yoy) atau -0,28% (mtm).

Pada akhir tahun, tekanan inflasi diperkirakan berada di bawah sasaran, 3.5%:196 (yoy). Berdasarkan pola historisnya. Inflasi Desember. selama 3 tahun terakhir mencapal 0,77%. Dengan asumsi demikian.

Inflasi akhlr tahun 2018 diperkirakan berada dibatas bawah sasaran. Berdasarkan pola historis, potensi kenaikan harga di Desember umumnya berasal dari komodltas transportasi udara dan bahan makanan, seiring dengan kenaikan permlntaan menjelang Natal dan Tahun Baru‘ Merespon hal tersebut.

Dalam rangka pengendalian Inflasi. KPw Bank Indonesia Sumatera Utara dan Pemerintah Daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sumatera Ulara senantiasa berkomitmen mengawal inflasi yang rendah dan stabil untuk menjaga daya beli masyarakat,”tegasnya.(mm)

Penulis:

Baca Juga