PDAM Tirtanadi Launching Pembayaran Tagihan Air Melalui E-Channel Bank Mandiri

MEDAN - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi Sumatera Utara melakukan launching dengan PT. Bank Mandiri(Persero) Tbk dalam pembayaran tagihan rekening air, menggunakan mesin Elektronik Data Capture (EDC) di Gedung Mandiri University JaIan Kutilang no 44 Medan. Senin (28/10/2019).

"Saat ini masyarakat pelanggan PDAM Tirtanadi dapat membayar tagihan air, tunggakan dan tagihan
berjalan secara mudah dengan menggunakan mesin EDC, sehingga bagi pelanggan yang memiliki kartu kredit dan kartu debit, sangat dimudahkan tanpa harus antri," kata Direktur Utama PDAM Tirtanadi Trisno Sumantri saat memberikan sambutan di launching Elektronivikasi pembayaran tagihan air PDAM Tirtanadi.Lebih jauh dikatakannya PDAM Tirtanadi akan terus berupaya mencari terobosan baru dalam memudahkan pelanggan untuk pembayaran tagihan rekening air, salah satunya dengan melakukan kerjasama dengan Bank Mandiri untuk pembayaran tagihan melalui mesin Elektronik Data Capture (EDC).

Diharapkannya dengan sistem pembayaran menggunakan mesin EDC, akan menghindari terjadinya
transaksi pembayaran tunai sehingga langsung ke rekening PDAM Tirtanadi. Oleh karena itu Trisno Sumantri menghimbau kepada masyarakat pelanggan dapat memanfaatkan terobosan baru ini sehingga tidak khawatir dalam pembayaran tagihan disalahgunakan karena langsung ke rekening PDAM Tirtanadi.

Sementara itu Regional Chief Executive Officer (RCEO) Wono Budi Tjahyono dalam sambutannya mengatakan, Bank Mandiri sangat berterimakasih kepada PDAM Tirtanadi atas Launching
Elektronifikasi pembayaran tagihan air.

"Launching Elektronifikasi pembayaran tagihan air ini, merupakan peningkatan kerjasama dengan PDAM Tirtanadi, dalam memudahkan masyarakat melakukan pembayaran tagihan, sehingga
pelanggan PDAM Tirtanadi dimana saja dapat membayar tagihan air,"kata Wono Budi Tjahyono.

Ditambahkannya, selama ini kerjasama penagihan air dengan PDAM Tirtanadi dengan melalui loket Bank Mandiri, sekarang sudah bisa melalui mesin (Elektronik Data Capture) EDC, lanjutnya lagi setiap masyarakat pelanggan yang membayar menggunakan mesin EDC melalui kartu kredit dikenakan
1,6% dan kartu debit dikenakan 0,15%.

Hadir dalam acara Launching tersebut, Kepala Divisi (Kadiv) Sistem Informasi Manajemen Cece
Harahap, Kepala Divisi Hubungan Langganan (Hublang) Saiful Bahri, serta para undangan lainnya.

Penulis:

Baca Juga