Putuskan Distribusi Tidak Untungkan Petani, KPw BI Sumut Resmikan STA Juli Tani

MERESMIKAN: Bank Indonesia Kantor Perwakilan Wilayah Sumatera Utara meresmikan Sub Terminal Agrobisnis (STA) Kelompok Juli Tani di Desa Sidodadi Ramunia Kecamatan Beringin Kabupaten Deli Serdang guna memotong pendistribusian cabai yang tidak menguntungkan para petani cabai didaerah tersebut.(foto: Ahmad Rizal/MM)

Medanmerdeka.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Sumatera Utara (KPw BI Sumut) meresmikan Sub Terminal Agrobisnis (STA) Kelompok Juli Tani di Desa Sidodadi Ramunia Kecamatan Beringin Kabupaten Deli Serdang Selasa (4/12/2018) guna memotong pendistribusian cabai yang tidak menguntungkan para petani cabai didaerah tersebut.

Dalam keterangannya persnya  Pjs Kepala Perwakilan Kantor Wilayah Bank Indonesia Sumatera Utara Hilman Tisnawan usai meresmikan STA Kelompok Juli Tani kepada wartawan mengatakan Kelompok Juli Tani merupakan Kluster  yang menanam cabai dan komoditas lainnya.

Karena cabai merupakan komoditas yang paling banyak digunakan masyarakat Sumatera Utara  dan fluktuasi harganya terkadang sangat tidak menentu, karena dipengaruhi oleh para pedagang yang tidak bertanggungjawab, sehingga sangat mempengaruhi tingkat inflasi di Sumatera Utara.

Oleh sebab itu Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Utara yang merupakan salah satu pimpinan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di Sumatera Utara merasa berkewajiban untuk menstabilkan harga cabai agar tidak dipengaruhi pedagang yang terkadang mengambil keuntungan tidak wajar dari harga cabai tersebut, guna memutuskan mata rantai pendistribusian cabai yang terkadang menguntungkan pihak tengkulak, maka didirikanlah STA,”terang Hilman

Ditambahkannya, kelompok Tani yang merupakan harapan masa depan, diharapkan profesi petani  kedepan merupakan profesi yang berpeluang memberikan kesejahteraan bagi keluarga petani dan seluruh keturunannya jika dikelola secara baik dan benar, sehingga kedepannya generasi muda mau menggeluti pertanian sebagai sumber penghasilannya,”tambahnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Kluster  Juli Tani Yureli kepada wartawan sangat berterimakasih kepada Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Utara yang telah membantu pendirian STA Juli Tani, dan tidak hanya itu saja Bank Indonesia juga sejak 31 Mei 2017 juga telah memberikan bantuan berupa hand tractor dan mini tractor yang dapat dipergunakan untuk memudahkan proses bercocok tanam.”terangnya.

Selain mendirikan STA Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sumatera Utara juga memberikan pelatihan kepada para anggota Kelompok Juli Tani tentang  bagaimana bercocok tanam padi yang baik, dan dapat mengahasilakan hasil panen berlimpah, dari lahan seluas 31 Hektar yang dikelola anggota saya.”harapnya.

“Berkat pelatihan dan pendidikan yang diberikan Bank Indonesia, pernah anggota kami mendapat hasil panen 12 s/d 14 ton cabai per hektarnya, karena satu pohon cabai saja bisa menghasilakan dua kilogram cabai setiap panennya,”terangnya.

Diharapkan dengan adanya STA ini dapat memberikan pelajaran  kepada anggota kelompok Juli Tani yang berjumlah 105 orang untuk dapat menjual hasil panennya di STA, karena sebelum adanya pembinaan dari Bank Indonesia pihak petani kewalahan untuk mencari pemasaran cabai hasil panennya.

Diharapkan dengan adanya STA ini petani dapat menjual hasil panennya dengan harga pasar yang tertinggi, sehingga memberikan keuntungan bagi petani itu sendiri, dan akan berdampak pula pada kesejahteraan dan kehidupan masyarakat di Desa Sidodadi Ramunia,”pintanya.(mm)

Penulis:

Baca Juga