Ribuan Karton Jeruk Illegal Asal Cina Diamankan

Medanmerdeka.com – Hasil kerjasama antara Kementerian Perdagangan dengan Kanwil Bea Cukai Sumatera Utara telah melakukan pengamanan terhadap 7 kontainer  berisi kurang lebih 8.721 karton jeruk mandarin asal China dan 1.002 karton apel asal China diduga masuk ke Indonesia tak ada izin impor.

Informasi diperoleh Selasa (13/3/2018), pengungkapan ini merupakan hasil sinergitas yang baik antara Kementerian Perdagangan dengan Ditjen Bea Cukai sehingga diketahui bahwa dalam proses importasi produk hortikultura yang dilakukan oleh importir, pelaku usaha juga mengimpor jeruk mandarin asal China yang tidak memiliki izin.

Importasi produk hortikultura diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 30/M-DAG/PER/5/2017 tentang Ketentuan Impor Produk Hortikultura dan peraturan perubahannya yaitu Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 43/M-DAG/PER/6/2017, dimana setiap importir produk hortikultura harus mendapatkan persetujuan untuk melakukan kegiatan impor produk hortikultura berupa Persetujuan Impor yang disingkat menjadi PI.

Penyidik Pegawai Negeri Sipil Perdagangan (PPNS-DAG) Direktorat Tertib Niaga Ditjen PKTN telah melakukan pengamanan sementara terhadap barang bukti tersebut. Selanjutnya PPNS-DAG akan melakukan rangkaian proses penyelidikan dan penyidikan dengan dugaan pelanggaran Pasal 106 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, yang mengatur Pelaku Usaha yang melakukan kegiatan usaha Perdagangan tidak memiliki perizinan di bidang Perdagangan diberikan oleh Menteri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun atau pidana denda paling banyak Rp10 miliar.

“Kemendag akan tegas dalam mengawasi impor. Tak ada kompromi bagi importir ‘nakal’ yang tidak taat atau menyalahgunakan aturan. Terlebih setelah diberlakukannya post border yang mempermudah pelaku usaha dalam melakukan importasi, konsekuensinya harus dikenakan sanksi, kalau perlu blokir nama pelaku usahanya dan/atau dikenakan sanksi pidana Temuan ini dapat ditingkatkan kedalam tahap penyidikan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) – Perdagangan bekerjasama dengan Korwas Bareskrim Polri,” jelas Direktur Tertib Niaga, Veri Anggrijono.(may/mm)

 

Comment