oleh

September 2018, Sumut Inflasi 0,07 Persen

Medanmerdeka.com – Pada September 2018, Sumatera Utara mengalami inflasi sebesar 0,07 persen, meningkat dibanding Agustus sebesar 0,00 persen. Angka ini naik dibanding nasional dengan deflasi sebesar -0,18 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara, Syech Suhaimi mengatakan, dari empat kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Sumut, tiga diantaranya mengalami inflasi yakni Sibolga 0,39 persen, Medan 0,09 persen dan Padangsidempuan 0,04 persen. Sedangkan Kota Pematangsiantar mengalami deflasi sebesar 0,24 persen.

“Inflasi terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks lima kelompok pengeluaran,” katanya, Selasa (2/10/2018).

Dikatakannya, kelima kelompok itu yakni Kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,78 persen. Kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,08 persen. Kelompok kesehatan 0,04 persen. Kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga juga sebesar 0,04 persen. Kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,03 persen.

“Sementara itu kelompok yang mengalami penurunan indeks yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,23 persen dan kelompok sandang sebesar 0,09 persen,” ujarnya.

Pada September ini, dikatakannya cabai merah sebagai komoditas yang utama penyumbang inflasi di empat kota IHK. Sebab cabai merah, harganya di pasar kembali mengalami kenaikan secara bertahap, sekarang Rp 40.000 per kg.

“Komoditas utama penyumbang inflasi selama September 2018 di Medan antara lain cabai merah, kentang, mie, nasi dengan lauk, kue basah, kue kering berminyak dan cabai rawit,” ungkapnya.

Dari 23 kota IHK di Pulau Sumatera, 16 kota mengalami deflasi, tertinggi di Tanjung Pandan sebesar 1,12 persen dengan IHK sebesar 141,85 dan terendah di Batam sebesar 0,09 persrn dengan IHK sebesar 134,53. (kl/mm)

Komentar

News Feed