Soekowardojo: Bulan Oktober 2021 Harga Pangan Strategis Terpantau Stabil

MEDAN - Kepala Kantor Bank Indonesia Wilayah Sumatera Utara, Soekowardojo mengatakan, stabilitas harga komoditas pangan strategis masih relatif stabil, kecuali untuk minyak goreng.

Hal tersebut diperkuat dengan hasil survei aliran pasokan Bank Indonesia yang menunjukkan aliran pasokan pada pedagang besar di Kota Medan masih relatif stabil, serta kecukupan stok di gudang Bulog khususnya untuk beras.

“Untuk harga pangan strategis terpantau stabil pada 22 Oktober 2021, kecuali untuk minyak goreng. Hingga saat ini harga minyak goreng masih terpantau relatif tinggi, dipicu oleh naiknya harga CPO global,” ujarnya, Senin (25/10/2021).

Melihat perkembangan ini, TPID Sumatera Utara melalui Biro Perekonomian dalam proses penjajakan kerjasama antara BUMD PT Perkebunan Sumatera Utara dengan PT KIM untuk produksi minyak goreng Sumut Bermartabat.

Begitu juga di bulan September 2021, ketahanan sistem keuangan membaik tercermin dari tingkat profitabilitas (ROA) yang meningkat dan rasio BOPO yang relatif menurun bahkan lebih rendah dibandingkan rasio sebelum pandemi.

Walaupun ada juga indikator lainnya, intermediasi perbankan (LDR) tercatat menurun didorong respons kenaikan DPK dan penurunan penyaluran kredit.

Di sisi lain, kredit tertahan (Undisbursed Loan) meningkat, didukung dengan peningkatan pada seluruh kelompok bank. Adapun spread bunga perbankan mencatatkan angka yang cukup stabil pada 5,4 persen, sedikit naik dibandingkan pada TW II 2021 sebesar 5,1 persen, namun tetap sejalan dengan BI7DRRR yang masih di angka 3,5 persen.

Sedangkan pertumbuhan perekonomian triwulan II-2021 di Sumatera Utara mengalami fase bounce back, didukung faktor base effect dan perkembangan indikator terkini.

Dari sisi pengeluaran, ekspor tercatat sebagai sumber pertumbuhan ekonomi, didorong oleh akselerasi indeks PMI global, pertumbuhan ekonomi negara mitra dagang, serta kenaikan harga komoditas makanan dan CPO di pasar internasional.

“Dari sudut lapangan usaha, seluruh komponen utama mengalami perbaikan dengan pertumbuhan tertinggi berasal dari Lapangan Usaha (LU) perdagangan, yang dipengaruhi oleh HBKN Idul Fitri. LU Pertanian juga mengalami peningkatan di tengah melimpahnya produksi perkebunan yang diiringi dengan kenaikan harga komoditas,” katanya.

Dikatakan Soekowardojo, sisi LU pertanian paling meningkat yakni 21,82 persen. Sedangkan di sisi Pengeluaran paling meningkat yakni konsumsi rumah tangga yakni 51,44 persen.