Galeri Foto HUT Batubara

Melihat Kampung Jepang di Pesisir Laut Malaka Batubara

Nama ini tentunya terkait sejarah kata Bupati Batubara Ir.H.Zahir MAP, didampingi istrinya Maya Indriasari yang sama-sama mengenakan busana khas Jepang pada puncak HUT ke-13 Batubara, Senin (9/12/2019).

Desa Perupuk atau Kampung Jepang, merupakan bukti sejarah perang dunia ke dua tahun 1942, mendaratnya tentara Jepang di bibir pantai Selat Malaka. “Dari sinilah berangkat nama kampung ini disebut Pantai Sejarah dan dibuktikan dengan adanya peninggalan 7 bunker tentara Jepang,” terangnya.

Hal ini tentunya diperkuat sejarawan Dr. Ichwan Azhari, Dosen Sejarawan Universitas Negeri Medan (Unimed). Kampung Jepang merupakan bukti Batubara strategisnya sebagai sebagai pusat ekspansi militer pada perang dunia ke dua, sekaligus pusat perdagangan.

Data intelijen Jepang memperlihatkan pantai Tanjung Tiram cukup dalam untuk bersandarnya kapal perang besar untuk menurunkan pasukan ke pantai. Tentara Jepang berhasil merampas kapal Belanda yaitu Van Waewirjk buatan tahun 1910 berbobot 3000 ton, yang kemudian berganti bendera Jepang dengan sebutan Harukiku Maru.

Kapal Harikuku Maru kemudian digunakan membawa karet dan hasil bumi Batubara untuk diekspor ke Jepang. Kapal ini akhirnya diterpedo kapal selam sekutu bernama HMS Truculent pada 22 Juni 1944. Berdasarkan penelitian Balai Aerkeolog Sumut, bangkai kapal ini masih di perairan Tanjung Tiram.