106 Hektare Lahan Eks HGU PTPN 2 Helvetia Belum Dicoret Dari Daftar Aktiva

Medanmerdeka.com – 106 hektare lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) PTPN 2 di Pasar II Desa Helvetia Kecamatan Labuhan Deli Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara diyakini belum dicoret dari daftar aktiva perusahaan.

Kepala Bagian (Kabag) Hukum PTPN 2, Kennedy Sibarani SH menegaskan lahan seluas 106 hektare eks Hak Guna Usaha (HGU) PTPN 2 di Pasar II Desa Helvetia Kecamatan Labuhan Deli Kabupaten Deliserdang sudah dalam proses penghapusbukuan. Tapi belum dicoret dari daftar aktiva perusahaan milik BUMN itu, sehingga sampai saat ini masih tercatat sebagai aset perkebunan.

Menurut Kennedy, sebenarnya lahan eks HGU tersebut sudah dalam proses penghapusbukuan, tapi belum dicoret dari daftar aktiva PTPN 2, sehingga sampai saat ini masih tercatat sebagai aset perusahaan. “Jadi bukan sudah dicoret sebagai aset negara, melainkan masih tercatat sebagai aset negara,” jelas Kennedy Sibarani kepada wartawan, Senin (18/6/2018).

Pernyataan ini diungkapkan Kennedy ketika dirinya dimintai keterangan sebagai saksi oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Medan dalam sidang lanjutan dugaan korupsi penjualan aset negara atas nama terdakwa Tamin Sukardi di Ruang Utama Gedung Pengadilan Negeri (PN), Medan, Senin (4/6/2018).

Majelis Hakim ketika itu mempertanyakan kepada Kennedy, apakah lahan yang menjadi objek perkara telah dihapusbukuan. Lalu dijawab, lahan tersebut sudah diproses penghapusbukuannya pada Desember 2017 lalu tapi belum dicoret dari daftar aktiva perusahaan.

“Dasar proses penghapusbukuan tersebut disebabkan adanya putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap dan objek perkara telah dieksekusi pada tahun 2011 sesuai peraturan Menteri BUMN No.Per-02/MBU/2010 dan anggaran dasar PTPN 2,” ungkap Kennedy.

Dikatakannya, ada beberapa lahan eks HGU yang telah dihapusbukuan atau dilepas pada tahun 2005, seperti lahan di Desa Dagang Krawang Kecamatan Tanjung Morawa. “Penjelasan itu juga saya sampaikan, ketika Masjelis Hakim dalam persidangan juga mempertanyakan, apakah ada lahan lain selain objek perkara diatas yang sudah pernah dilepas PTPN 2,” tegasnya. (mari/mm)

Comment