Ibrahim Anggota DPRD Langkat Masuk Jaringan Narkoba Internasional

Medanmerdeka.com - Oknum anggota DPRD Langkat, Ibrahim bin Hasan alias Hongkong (52) ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN), karena terlibat jaringan ‎narkoba internasional.

Penangkapan wakil rakyat dari Partai Nasdem atas kepemilikan narkoba jenis sabu seberat 105 kg dan 30 ribu butir pil ekstasi yang dipasok dari Malaysia.

Petugas gabungan BNN Pusat, BNNP Sumut, TNI AL dan Bea Cukai juga mengamankan 10 sindikat jaringan narkoba lainnya seperti, Juliar Mansyah alias Abi, Siswanto alias Sis , Ricky Salahudin alias Riki dan Darma Putra alias Kapten Kapal.

Kemudian, Ibrahim Ahmad, Abdul Rahman, Amat, Joko Susilo, Ibrahim alias Jampok dan Rinaldi Nasution alias Naldi. Mereka ditangkap dari lokasi berbeda.

Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari mengatakan penangkapan 11 tersangka termasuk anggota DPRD Langkat bersama barang bukti sabu seberat 105 kg dan 30 ribu butir pil ekstasi merupakan jaringan narkoba international.

Pengungkapan kasus narkoba jaringan internasional itu, kata jenderal bintang dua, hasil kerja sama atau sinergitas antara BNN, Bea Cukai, TNI AL dan Polair.

"Hasil tangkapan ini, adalah bentuk sinergitas bersama untuk menggagalkan narkoba dari Malaysia melalui jalur laut. Ini merupakan penangkapan dan pengembangan dari tiga lokasi, Kepulauan Riau, Pangkalan Brandan Sumatera Utara dan Aceh Timur‎," papar Arman Depari, Selasa (21/8/2018).

Dijelaskannya, penyelundupan narkoba dari negara Malaysia melalui jalur laut kembali marak, oleh karena itu, pihaknya dari BNN bersama TNI AL, Bea Cukai dan Polair terus bersinergi untuk melakukan tindakan di lapangan.

"Hasil sinergitas yang kita lakukan, telah mencegah penyelundupan sabu internasional di perairan Pangkalan Brandan dan Pangkalan Susu. Untuk kasus ini, kita masih melakukan pengembangan terhadap jaringan lain yang terlibat," jelas Arman Depari.

Dalam pengungkapan narkoba internasional, lanjut Arman, pihaknya mengamankan seorang anggota DPRD Langkat, Ibrahim bin Hasan ‎alias Hongkong yang merupakan pemilik seluruh barang bukti sabu dan pil ekstasi yang diamankan.

"Dari pengakuan tersangka (anggota DPRD Langkat), penyelundupan sabu sudah dilakukannya sebanyak 2 kali, kita masih juga mengembangkan terhadap aset pribadinya melalui ‎PPATK, untuk melakukan pengauditan," pungkasnya.(mari/mm)

Penulis:

Baca Juga