Banjir Rendam Ratusan Rumah Tiga Desa di Sidimpuan

Seorang pengendara mendorong sepedamotornya yang mogok saat melintasi pemukiman penduduk yang terendam banjir di Sidimpuan Tenggara, Selasa malam. (Foto: MEDANmerdeka/Amir)

SIDIMPUAN – Tingginya intensitas curah hujan mengakibatkan seratusan rumah di tiga desa, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, Selasa malam terendam banjir.

Ketinggian air yang mencapai lutut orang dewasa atau 50 cm, mengakibatkan warga mengungsi ke rumah keluarga atau dataran yang lebih tinggi dan aman.

Pantauan Rabu (23/9/2020) di lapangan, luapan air yang menggenangi pemukiman warga disebabkan debit air sungai meninggi dan tidak mampu menampung air sehingga meluap.

Camat Padangsidimpuan Tenggara, Amri Taufiq Hasibuan mengatakan banjir tersebut diakibatkan hujan deras sejak semalam hingga menggenangi ratusan rumah di tiga desa, yang terparah di Desa Goti, Manegen dan Manunggang Julu.

Lumpur juga tampak menggenangi pemukiman warga yang terpaksa mengungsi ditambah hujan yang terus menerua mengguyur.

"Sebelum hujan turun, kami terpaksa siaga semalam penuh. Hampir tiga desa terendam banjir dan terparah di Desa Goti Karena luapan Sungai dan paret yang tak dapat menampung air. Selain itu lumpur juga masuk kerumah-rumah warga" Kata Amri Taufiq, Rabu pagi.

Di lokasi banjir, warga tampak bergotong royong untuk membersihkan rumah yang direndam banjir serta lumpur. Pihak kecamatan hingga saat ini masih terus memantau lokasi dan membantu warga. "Sebelum hujan lebat turun, saya sudah mengingatkan warga agar waspada akan adanya banjir, sebab tidak hanya ini saja tahun kemarinpun juga demikian," ujarnya.

Sedangkan warga yang mengungsi sudah kembali kerumah masih-masing pasca surutnya genangan air. Salah seorang warga Desa Goti, Irwan Nasution (37) mengatakan dia dan warga lainnya selalu khawatir jika hujan turun karena takut luapan sungai Haloban dan paret.

"Jika hujan deras, kami selalu khawatir air masuk ke rumah serta merusak perabotan kami, karena tidak hanya kali ini saja. Makanya kami harus selalu bergotong royong dan memantau setiap saat jika cuaca mendung terlebih malam hari saat hujan turun, kami pasti cemas dan tak tidur," Kata Irwan.

Warga berharap pemerintah desa, kecamatan dan kota padangaidimpuan  membantu mereka mengatasi banjir tersebut dengan menormalisasi atau perluasan aliran sungai dan paret.

"Kami ingin sekali dana desa atau anggaran lainnya digunakan untuk perbaikan aliran paret serta sungai secara serius. Itu saja harapan kami, karena jika tak dikerjakan secepatnya bisa sedikit membantu," katanya.