BNNP Ungkap Sindikat Jaringan Narkoba Internasional, Satu Tewas Didor

Medanmerdeka.com – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara menggulung sindikat jaringan narkoba internasional, satu tersangka tewas ditembak.

Kepala BNNP Sumut, Brigjen Pol Marsauli Siregar mengatakan sindikat jaringan narkoba internasional telah diungkap, salah satu tersangka tewas ditembak. “Dalam pengungkapan kasus ini, seorang narapidana Lapas Tanjung Gusta berinisial Susanto alias BYK tewas ditembak, karena mencoba melawan saat ditangkap,” terangnya didampingi Kabid Pemberantasan BNNP Sumut, AKBP Agus Halimudin saat di Kantor BNNP Sumut, Selasa (18/9/2018).

Sindikat jaringan narkoba ini diungkap kerjasama dengan BNN Pusat dan Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkum HAM serta Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). “Pemilik barang inisial MA berada di Bekasi yang sudah ditangkap BNN Pusat. Sedangkan marketingnya dua orang berada di Lapas Tanjung Gusta dan satu orang di Lapas Tebing Tinggi. Tersangka ZL alias Zul berperan sebagai penjaga gudang barang yang juga kurir,” jelasnya.

Informasi diperoleh, dalam pengungkapan tersebut petugas BNN mengamankan 7 orang diantaranya MA warga asal Bekasi, ZK alias AG, dan MR alias IJ. Keduanya narapidana Lapas Tanjung Gusta, serta ZL, IS, MM, dan RZ.

Marsauli menuturkan peredaran narkoba jenis sabu ini berasal dari jaringan Jakarta-Medan-Malaysia. Barang haram itu dikendalikan tersangka MA, yang merupakan warga asal Bekasi. “Setelah petugas melakukan pemeriksaan terhadap para tersangka, ternyata makelar barang haram dari MA itu merupakan napi Tanjung Gusta, ZK dan MR. Gudang untuk menyimpan sabu-sabu tersebut berada di Medan,” ungkapnya.

Selain para tersangka tersebut, petugas juga mengamankan barang bukti berupa dua bungkus sabu seberat 2 kilogram dengan bungkus teh berwarna hijau, tujuh botol Acetone berisi bahan baku sabu-sabu cair, satu unit becak barang, 10 unit Hand Phone, 10 tas jinjing, dan 1 unit mobil mewah hasil Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). (mari/mm)

Comment