oleh

Bunuh Pacar “Gelap” Oknum Pendeta AS Terancam Hukuman Mati

Medanmerdeka.com – Terkait oknum pendeta tersangka pelaku pembunuhan di Gereja Sidang Rohul Kudus berinisial AS (53) yang menghabisi nyawa Rosalia Cici Maretini Siahaan alias Cici (21) anak angkat yang juga jemaatnya terancam hukuman mati, Jumat (13/7/2018).

Dalam rekontruksi sebanyak 17 adegan, pembunuhan bermotifkan  cemburu ini AS terlihat menangis atas perbuatan yang dilakukannya sendiri terhadap korban pada Kamis (31/5/2018) lalu di Jalan Pendidikan, Dusun XII, Desa Limau Manis, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang.

Dalam rekontruksi tergambar jelas, sebelumnya AS tampak mengendarai sepeda motor tiba di Gereja. Tak berapa lama kemudian, korban yang sudah tiga tahun menjadi jemaat tiba di gereja yang juga mengendarai sepeda motor  Z1 BK 4440 SAA. Tak lama kemudian tersangka AS mengunci pagar gereja.

Tak sampai setengah jam, warga dikagetkan dengan jeritan minta tolong dari kamar mandi Gereja. Meski warga sekitar mendengar teriakan korban, namun warga tak bisa masuk karena pintu pagar terkunci.

Suaa jeritan minta tolong korban jadi perhatian warga sekitar. T boru Silaban (40) tante korban sejak pagi datang karena di telepon AS mendatangi gereja. Saat warga sekitar berteriak memanggil AS dan menyahut dari dalam jika korban masih mandi dan agar ditunggu.

Tante korban dan warga sekitar pun menunggu. Tapi korban anak kedua dari tiga bersaudara dari pasangan suami istri M siahaan dan S boru Nasution itu tak muncul. Lamanya korban mandi membuat warga makin curiga. Tante korban dan warga sekitar melompati pagar dan masuk ke halaman sebelah kanan gereja.

Saat korban dipanggil lagi, AS keluar dan menjawab jika korban lagi mandi. Kecurigaan warga makin tinggi karena mendengar suara jeritan dari dalam. Tapi lagi-lagi AS menjawab warga jika suara yang berasal dari dalam adalah suara kucing.

Kecurigaan warga terjadi sesuatu pada korban akhirnya terbukti. Tante korban melihat kepala korban tergeletak dekat pintu kamar mandi. Spontan dirinya langsung berteriak jika korban terlihatnya sudah tewas diduga dibunuh AS. Tanpa dikomando warga berniat mendobrak pintu kamar mandi.

Tapi sebelum warga melaksanakan niatnya, AS yang sadar jika aksinya terungkap, berpura-pura permisi untuk membeli nasi. Warga yang tak menyangka AS membunuh korban itu membiarkan saja ketika AS pergi dengan mengendarai sepeda motornya.

Disaat waktu yang hampir bersamaan, warga mendobrak pintu kamar mandi dan melihat korban tewas dengan berlumuran darah.

Kehebohan pun terjadi, tanpa dikomando warga langsung berkerumun di sekitar gereja. Selang tak berapa lama, personil Polsek Tanjung Morawa dan Polres Deliserdang tiba kelokasi melakukan penyelidikan dan disusul Kapolres Deliserdang AKBP Eddy Suryantha Tarigan, Kasat Teskrim AKP Ruzi Gusmana.

Untuk memudahkan olah tempat kejadian perkara, polisi memasang garis polisi (police line) dilokasi kejadian. Korban pun dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara, Medan untuk keperluan otopsi. Barang bukti berupa pisau, alu yang ada bercak darah dan rambut, helm bercak darah diamankan.

Selang lima jam kemudian usai melarikan diri dari lokasi kejadian, oknum pendeta berinisial AS warga Kecamatan Galang berhasil diamankan dari kawasan Pancur Batu tanpa perlawanan.

Saat diinterogasi petugas, AS mengakui jika dirinya melakukan aksi yang diawali karena rasa cemburu terhadap korban Rosalia Cici Maretini Siahaan alias Cici. Pasalnya korban mempunyai hubungan asmara dengan seorang pria. Rasa cemburu itu timbul karena selama ini AS sudah memiliki hubungan asmara dengan korban.

Kasat Reskrim Polres Deliserdang AKP Ruzi Gusman melalui Kanit Idik I Iptu Natanail Sitepu mengatakan peristiwa itu diawali dengan motif cemburu. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum, HS dijerat dengan Pasal 340 subsider 338 KUHPidana dengan ancaman hukuman mati. “Motifnya cemburu,” tegas Natanail Sitepu.(ardy/mm)

Komentar

News Feed