Cegah Corona, Bupati Batubara Liburkan Sekolah 14 Hari

Mencegah mewabahnya virus corona, Bupati Batubara Ir Zahir MAP didampingi Kadis Kominfo Andre Rahardian dan Kadisdik Ilyas Sitorus mengumumkan siswa TK,SD dan SMP diliburkan selama 14 hari dengan diubah proses belajar mengajar dari rumah. (Foto:MEDANmerdeka/Zein)

BATUBARA – Mencegah merebaknya wabah virus corona (COVID-19), Bupati Batubara Ir.H.Zahir MAP meliburkan siswa TK,SD dan SMP selama 14 hari ke depan. Porses belajar mengajar diubah dengan modul yang disiapkan Dinas Pendidikan dan para guru.

"Dalam upaya mencegah virus corona di Batubara, sekolah kami liburkan hingga 14 hari ke depan mulai Senin besok," kata Zahir kepada wartawan, di sela memimpin rapat pencegahan dan penanggulangan virus corona, di rumah dinas Bupati Batubara , Minggu (15/03/2020).

Oleh karena itu, Zahir mengintruksikan Kepala Dinas Pendidikan dan para guru untuk menyiapkan modulnya, apakah melalui aplikasi atau WhatsApp yang dipandu oleh guru kelas masing-masing.

Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya kontak fisik di tengah keramaian. "Yang masalah adalah kalau berkumpul langsung, karena berpotensi mengakibatkan penularan. Sehingga guru bisalah mungkin tetap berkomunikasi dengan siswa," jelas Zahir.

Seiring dengan peliburan sekolah, sambil dicermati perkembangan virus corona apakah sudah ada atau tidak di Batu Bara. Karena itu, kebijakan peliburan sekolah akan dievaluasi nanti setelah libur 14 hari.

Sedangkan untuk siswa Tsanawiyah, Aliyah dan STLA, Pemkab karena kewenangannya berada di Provinsi dan Kemenag, maka akan dilakukan langkah koordinasi.

Sejauh ini, belum ada ditemukan warga Batubara yang suspec corona ataupun yang positif. "Dan harapan kita memang semogalah virus ini tidak menjangkiti warga Batubara," pungkas Zahir.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Dinas Kominfo Batubara Andre Rahardian. Selain meliburkan proses belajar mengajar, para guru diminta berperan aktif dalam membimbing para siswa untuk aktif dalam proses belajar dan mengajar jarak jauh,

“Masing-masing guru kelas bisa saja membimbing belajar dengan aplikasi WhatsApp. Baik PR maupun tugas-tugas dapat diberikan dan dievaluasi jarak jauh,” ujar Andre kepada medanmerdeka.com.

Namun begitu, Kepsek dan para guru wajib untuk hadir di sekolah, dalam kaitan mengawas dan mengevaluasi serta menjaga kebersihan sekolah.

Selain pendidikan, sambung Andre, Bupati Zahir juga mengimbau masyarakat Batubara untuk menghindari atau menunda kegiatan yang melibatkan massa, menghindari kontak fisik jika tidak penting, menghindari tempat umum jika tidak mendesak, dan meningkatkan kualitas kesehatan.

Selain itu, Bupati juga mengimbau Camat dan Kepala Puskesmas untuk menyemprotkan disinpektan seluruh rumah ibadah di Batubara dengan menggunakan armada puskesmas.

Kepada seluruh masyarakat, Bupati Zahir mengimbau untuk tetap tenang dan tidak panic, namun tetap melakukan aktivitas di rumah.

Komentar

Loading...