Diduga Jadi Provokator, 10 Napi Rutan Kabanjahe Ditangkap

Seratusan napi Rutan Kabanjahe, , Sumut, diamankan di Mapolres Tanah Karo dibawah pengawalan kepolisian dan TNI. (Foto: MEDANmerdeka/Ist)

MEDAN - Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) mengamankan sepuluh orang narapidana yang diduga sebagai provokator kerusuhan di Rutan Klas II B Kabanjahe, Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara (Sumut), Rabu (12/2/2020).

"Mereka masih menjalani proses pemeriksaan oleh penyidik. Kita akan menjerat mereka dengan tuduhan pengrusakan secara bersama - sama, sesuai pelanggaran Pasal 170 KUHPidana," ujar Kapolda Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin, Kamis (13/2/2020).

Kapolda mengatakan, napi yang diamankan polisi ini memprovokasi rekan - rekannya di rutan untuk memberikan perlawanan saat petugas memberikan sanksi atas pelanggaran disiplin di dalam rutan itu. Kemudian, napi lain tersulut sehingga terjadi kerusuhan.

Seperti diketahui, napi di Rutan Kabanjahe membuat kerusuhan dengan membakar dan merusak fasilitas di dalam rutan. Kerusuhan terjadi karena para napi tidak terima ketika petugas melakukan razia dalam mengantisipasi peredaran narkoba.

Petugas rutan gencar melakukan razia karena beberapa hari sebelumnya, petugad rutan menemukan sabu - sabu seberat 30 gram milik dari empat orang napi di sana. Kasus ini kemudian diserahkan ke Polres Tanah Karo untuk ditindaklanjuti.

Dalam pemgembangan, petugas menangkap dua oknum aparatur sipil negara (ASN) yakni, Tio Sukmahadi dan Muhammad Angga Primana. Keduanya diduga sebagai pemasok narkoba ke dalam rutan. Dalam kasus ini, polisi menetapkan 6 orang tersangka.

Setelah selesai menjalani pemeriksaan, seluruh tersangka kasus narkoba ini dititipkan untuk ditahan di rutan. Para napi kemudian memprovokasi rekan - rekan napi lain. Provokasi ini dilakukan karena petugas semakin gencar melakukan razia.

Komentar

Loading...