DPO 3 Tahun, Kejari Deliserdang Ringkus Oknum PNS Dinas PKD

Medanmerdeka.com – Daftar pencarian orang (DPO) tahun 2015 kasus penggelapan uang pajak reklame Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah (PKD) Deliserdang tahun 2008-2010 dirimgkus tim intel Kejari Deliserdang dan tim Asintel Kejatisu Minggu (4/11/2018) malam sekira pukul 23.15 WIB di kediaman terpidana Jalan Pelajar, Medan.

Kajari Deliserdang, Asep Maryono menjelaskan DPO ini bernama Aboin Siagian tercatat sebagai staf pemungut pajak Dinas PKD Deliserdang yang menggelapkan uang pajak senilai Rp296.000.000. “Kasus ini telah vonis dijatuhi hukuman 5 tahun terhadap Alboin, dan menjadi Buron dari tahun 2015, kerugian negara sebesar Rp296 juta, kasusnya dia tidak menyetorkan yang pajak tersbut ke negara setelah dikutipnya,” jelas Asep.

Disebutkannya, terpidana harus mengganti uang tersebut, bila tidak harta bendanya akan disita negara. “Hukuman dia berjalan terus, dia harus mengganti uang sebesar Rp101.000.000, ya apabila gak digantinya maka harta kekayaannya akan disita negara,” terangnya.

Dia juga mengatakan sebelumnya oknum kepala seksi PKD yang juga atasan terpidana itu juga sudah ditahan sebelumnya pada waktu itu.”Kepala seksinya da ditahan juga waktu itu,” ungkap Asep.

Sementara itu, Kasi Penkum Kejatisu Sumanggar Siagian mengatakan terpidana ini langsung dijebloskan ke Lapas Lubuk Pakam. “Ya langsung kita tahan dia,” ujarnya.

Terpidana Alboin saat dimintai keterangan mengatakan dirinya selama Buron dirumah saja. “Di rumah saya gak kemana mana, sayapun tidak tahu tiba-tiba ditangkap,” sebutnya yang sudah pansiun itu.

Kasus mafia pajak reklame dinas PKD Deliserdang ini sudah berlangsung dari tahun 2008. Bupatinya saat itu Amri Tambunan (alm), abang kandung Bupati sekarang Ashari Tambunan sedangkan Kepala Dinas PKD saat itu Parlaungan Lubis (alm) dan Agus Sumantri. Puluhan staf pemungut pajak itu diduga banyak terlibat sehingga Bupati memindahkan dan memutasi puluhan staf tersebut ke berbagai kecamatan di Deliserdang. (mm)

Comment