Dua Begal Sadis Tewas Ditembak Polisi

DITEMBAK: Kapolrestabes Medan Kombes Pol Sandi Nugroho memberikan keterangan terkait dua begal sadis yang tewas ditembak petugas.
DITEMBAK: Kapolrestabes Medan Kombes Pol Sandi Nugroho memberikan keterangan terkait dua begal sadis yang tewas ditembak petugas.

MEDAN – Tiga kawanan begal bersenjata kelewang dan air gun digulung petugas Polrestabes Medan. Dua diantaranya berinisial DR,21 dan FS,20, tewas ditembus timah panas petugas karena menyerang petugas untuk berusaha kabur, Minggu dini hari.

Sedangkan tersangka TAH,22, digelandang tim gabungan Polsekta Medan Baru dan Polrestabes Medan ke Mapoltabes Jalan Adinegoro Medan. Jenazah DR dan FS selanjutnya diboyong ke RS Bahayangkara untuk menjalani visum et repertum (VeR).

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Sandi Nugroho dalam paparan kasus di RS Bayangkara,Minggu mengatakan, ketiga tersangka diburu petugas berdasarkan laporan korban, Andi. Andi menjadi korban pembegalan Sabtu (19/8/2017) dini hari ketika melintas di Jalan S.Parman tak jauh dari restoran Koki Sunda.

Saat melintas mengendarai sepeda motor, ketiga pelaku memepet kendaraan korban sembari melepaskan tembakan air gun berpeluru mimis sehingga menembus bagian leher. Setelah korban terjatuh, pelaku memukulkan kayu ke tubuh korban sehingga terkapar tak berdaya.

Petugas Polsekta Medan Baru yang menerima laporan langsung turun ke lokasi dibantu petugas Polrestabes Medan. Keberadaan pelaku akhirnya terhendus petugas tak berapa jauh dari kawasan tersebut. “Tak sampai dua jam, tiga kawanan ini berhasil kita amankan karena mereka masih di kawasan tak jauh dari lokasi,” terang Sandi.

Dari hasil pemeriksaan, ketiga pelaku sudah beraksi 19 kali di kawasan Kota Medan. Malam itu juga para pelaku digelandang untuk pengembangan sejumlah kasus yang diakuinya.”Pengakuannya sudah 19 kali beraksi, namun kita meyakini lebih dari itu,” beber Sandi.

Motif kejahatan yang dilakukan tersangka, sambung Sandi dikarenakan pengaruh narkoba. “Semua uang kejahatan dan rampokan barang mereka jual untuk beli narkoba,” jelasnya.

Namun dalam perjalanan pengembangan, dua tersangka melakukan perlawanan dengan menyerang petugas. Setelah diberikan peringatan tak juga diindahkan, saat itu juga dilepaskan tembakan ke sasaran. Akhirnta DR dan FS terkapar ditembus timah panas dan akhirnya menghembuskan nafas terakhir.

Sebagai barang bukti kejahatan, kepolisian mengamankan tiga unit sepeda motor, senjata air gun, sangkur, kayu balok yang selalu digunakan komplotan tersebut untuk memukul dan menghabisi korbannya.

"Kita minta anggota komplotan mereka yang masih beredar di masyarakat untuk segera menyerahkan diri. Anggota kita masih di lapangan untuk memburu mereka dan saya sudah perintahkan untuk tembak di tempat jika para tersangka tidak menyerahkan diri dan membayangkan masyarakat maupun petugas," tegas Sandi.(yu)