oleh

Dugaan Korupsi Dishub Sidimpuan, Polisi “Bidik” Kontraktor

Medanmerdeka.com – Penyidik kepolisian berencana menahan oknum kontraktor BL, pengerjaan proyek traffik light di Jalan Merdeka, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan, tepatnya di depan pos lantas Polres Kota Padangsidimpuan.

“Kami sudah buat panggilan, kalau dia tidak datang, terpaksa kami jemput langsung,”ujar Kapolres Kota Padangsidimpuan, AKBP Hilman Wijaya kepada medanmerdeka.com, Rabu (8/8/2018) di Mapolres Kota Padangsidimpuan.

Penahanan atas tersangka, sambungnya akan dilakukan setelah dilakukan penyelidikan terhadap kasus ini. Menurutnya, pihak kontrator dinilai bertanggung-jawab atas adanya temuan penyelewengan anggaran dalam kasus itu.

“Kita berharap BL agar memberikan respon yang positif sehingga tugas-tugas pihak kepolisian untuk lebih mengungkap kasus ini dapat cepat diselesaikan,”tuturnya.

Sebelumnya, kata Kapolres, pihaknya juga sudah menahan  TH. Dia ditahan dengan pertimbangan mempermudah pemeriksaan terkait audit penghitungan kerugian keuangan negara dari kantor BPKP Perwakilan Prov Sumut No : SR-26/PW02/5.1/2018 tanggal 4 Juli 2018 diperoleh Penyimpangan yang mengakibatkan Kerugian Keuangan Negara Sebesar Rp. 467.727.271.

Sekedar mengingatkan, Sebelumnya,  Kepala Dinas Perhubungan Kota Padangsidimpuan, IH dan mantan kepala Dinas Perhubungan ABL, ditahan oleh penyidik Polres Kota Padangsidimpuan karena adanya dugaan korupsi alat pemberi isyarat lalu lintas (lampu merah).

Pihak kepolisian menahan IH karena diduga ikut serta dalam menghabiskan uang negara pada proyek pembangunan traffick light  sebesar Rp500 juta tahun 2015. Meskipun kasus tersebut timbul pada saat ABL menjabat sebagai kepala dinas, namun, IH diduga  juga ikut menikmati sisa uang pembangunan lampu merah itu.(thoriq/mm)

Komentar

News Feed