Forkopimda Gelar Pertemuan Terkait Pembakaran Mushaf Al Quran di Langkat

RAPAT : Unsur Forkopimda dan MUI Langkat bersama tokoh agam dan ormas Islam menggelar pertemuan terkait pembakaran Mushaf Al Quran oleh orang tak dikenal.(foto:ist/mm)
RAPAT : Unsur Forkopimda dan MUI Langkat bersama tokoh agam dan ormas Islam menggelar pertemuan terkait pembakaran Mushaf Al Quran oleh orang tak dikenal.(foto:ist/mm)

Medanmerdeka.com – Unsur Forkopimda menggelar pertemuan bersama MUI Kabupaten Langkat, terkait ditemukannya Mushaf Al Quran dalam kondisi terbakar, Senin kemarin (24/12/2018) di halaman belakang Masjid Nurul Huda, Kelurahan Payamabar, Kecamatan Stabat.

Rapat kordinasi lintas sektoral dihadiri Kapolres Langkat AKBP Doddy Hermawan, Dandim 0203 Langkat Letkol Inf Syamsul Alam didampingi Danunit Lettu ARM Defrinal Chaniago dan Pasi Intel Kapten Kav Selamat Jaya, Kasat Reskrim Polres Langkat AKP Juriadi dan  Kasat Intelkam Polres Langkat AKP Syahrial, para tokoh agama dan Ormas Islam se Kabupaten Langkat.

Asisten II Ekbangsos Drs H Hermansyah mewakili Bupati mengatakan, dari hasil rapat disimpulkan tindakan pembakaran ayat suci Al Quran mendapat kecamatan. “Tindakan ini perbuatan orang tidak dikenal dan hanya dilakukan orang tak bermoral yang ingin memecah belah kerukunan umat beragama dengan tujuan membuat kegaduhan,” katanya.

Disamping itu, tindakan pembakaran Mushaf Al Quran jelas melukai hati umat Islam, serta mencoreng nilai-nilai persatuan dan kesatuan di NKRI. “Ke depan mari kita rapatkan barisan dan tetap jaga persatuan dan kesatuan dan jangan mau dipecah belah,” tegasnya.

Hermasyah menghimbau agar seluruh masyarakat Langkat agar tenang dan tidak melakukan tindakan – tindakan yang merusakan ketentraman, serahkan dan percayakan sepenuhnya kasus ini kepada pihak Polri.

“Meski demikian, kita juga harus ikut membantu pihak yang berwajib. Bila diantara kita ada yang mendapatkan informasi baru terkait kasus ini, segera sampaikan kepada Polres Langkat, agar dapat ditindaklanjuti, agar dalang dibalik kejadian tak terpuji ini cepat terungkap,”imbuhnya.

Kapolres Langkat AKBP Doddy Hermawan menegaskan, bahwa pihaknya sejauh ini telah mengambil keterangan dari 10 orang saksi, dalam rangka mencari pelaku, terkait pembakaran mushaf Al Quran. Namun pihaknya belum bisa menyampaikan hasil dari keterangan para saksikarena para sakasi masih dalam proses diambil keteranganya.

“Namun kami masih memerlukan keteranan lainnya, untuk itu saya mohon kerjasamanya, jika diatara kita semua menemukan petunjuk baru, diharapkan agara segera melaporkan kepada kami, agar segera kami kembangkan,”imbuhnya.

Kapolres Langkat menghimbau kepada para ulama, masyarakat, Ormas islam, tokoh agama agar bekerja sama dengan MUI, TNI dan Pemkab Langkat, untuk menjaga kekondusifan dan kenyamanan di Kabupaten Langkat ini. Diharapkan dengan adanya kerja sama ini, Kabupaten Langkat tetap aman.

“Jangan mudah terprovokasi dengan isu atau tindakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab yang bermaksud merusak keadaan situasi yang selama ini telah terbina dengan baik dan kondusif,”tuturnya.

Sembari menyampaikan rasa terima kasihnya kepada warga masyarakat khususnya warga Langkat yang sampai saat ini tidak terpancing untuk anarkis, dan tetap menjaga kenyamanan keamanan dan ketertiban  Kabupaten Langkat ini.

Ketua MUI Kabupaten Langkat Buya KH Ahmad Mahfudz mengimbau masyarakat tetap bersabar menunggu hasil dari penyelidikan polisi, dan sama-sama berusaha serta berdoa agar hal tersebut cepat terselesaikan, sehingga cepat dapat diketahui siapa pelaku dan maksud dari pembakaran mushaf Al Quran.

“Pihak MUI juga menyerahkan sepenuhnya masalah hukum atas pembakaran Al Quran tersebut ke pihak Kepolisian. Karena kami yakin dan percaya Polres Langkat dapat mengukap kasus ini dengan segera," kata Buya.

Serta mengajak agar kepada ormas Islam dan seluruh kaum muslimim Langkat, untuk sama-sama memantau dan yang terpenting tetap menjaga ketentraman yang selama ini telah terbina.(ir/mm)