Gara-Gara Suara Musik, Kopri Tewas Ditebas Parang

TEWAS : Petugas Kepolisian Panyabungan mengevakuasi jenazah Kopri (17) pelajar SMA yang tewas ditangan sepupunya sendiri.(foto:iswadi/mm)

TEWAS : Petugas Kepolisian Panyabungan mengevakuasi jenazah Kopri (17) pelajar SMA yang tewas ditangan sepupunya sendiri.(foto:iswadi/mm)

Medanmerdeka.com – Sungguh malang nasib Kopri (17), warga Desa Siobon Jae, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Hanya karena mendengarkan musik melalui handphone, pelajar ini tewas di tangan sepupunya sendiri Rafii (35), Sabtu malam (24/11/2018).

Informasi yang diperoleh, musibah ini berawal Sabtu (24/11/2018) sekira pukul 22.00 WIB. Ketika itu, Kopri bersama dua sahabatnya duduk di belakang rumah, sembari menikmati musik yang diputar melalui handphone selular.

Namun suara musik ini dianggap menganggu Rafii yang sedang tidur bersama keluarganya. Temapt tinggal korban dan pelaku bersebelahan. Rafii keluar membawa sebilah parang menyamperi korban. Pertengkaran mulutpun terjadi. Karena takut, dua teman korban kabur melarikan diri.

Seketika itu juga, tersangka Rafii mengayunkan parang tersebut ke bagian kepala Kopri. Kopri langsung terkapar bersimbah darah, sedangkan pelaku melarikan diri.

Petugas kepolisian bersama masyarakat mengevakuasi jenazah korban Kopri ke RSUD Panyabungan untuk keperluan visum.

“Dalam waktu cepat, pelaku berhasil kita amankan berikut barang bukti senjata tajam yang digunakan melukai korbannya,” tegas Kapolsek Panyabungan AKP Andi Gustawi, Minggu (25/11/2018) kepada medanmerdeka.com.(ir/mm)

Comment