Khawatir Akan Perpecahan NKRI

Gerakan Suluh Kebangsaan Gelar Sarasehan Kebangsaan

SARASEHAN: Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan Prof Mahfud MD pada saat pembukaan acara Sarasehan Kebangsaan di Hotel Four Point Jalan Jendral Gatot Subroto Medan.(foto: Ahmad Rizal/MM)

MEDAN - Mari kita jadikan Pemilu Pilpres dan Pileg mendatang untuk memilih pemimpin di masa depan dengan damai serta kesadaran memupuk rasa kebangsaan tanpa perpecahan, untuk memilih pemimpin yang menjadi pilihan kita masing masing, dan bagi yang menang jangan semena – mena terhadap yang kalah, serta jangan jadikan pemilu yang hanya sebentar, membuat kita sama kita menjadi saling bermusuhan.

Hal ini dikatakan Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan Mahfud MD Sabtu ( 9/2/2019) pada saat pembukaan acara Sarasehan Kebangsaan di Hotel Four Point' Jalan Jendral Gatot Subroto Medan.

Acara yang dihadiri berbagai elemen masyarakat ini, beranjak dari kekhawatiran akan adanya perpecahan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari dampak pilpres dan pileg yang akan digelar 17 April 2019 mendatang.

Maka oleh sebab itu Gerakan Suluh Kebangsaan merasa perlu untuk menggelar Sarasehan Kebangsaan yang diharapkan dapat memberikan penyuluhan kepada anak bangsa ini tentang perlunya kesatuan dan persatuan dalam membina dan merawat kelestarian Negara Kesatuan Republik Indonesia yang demokratis dan sesuai dengan Pancasila serta Undang –  Undang Dasar 1945.

Karena Pancasila dan Undang – Undang Dasar 1945 adalah dasar pendirian bangsa Indonesia yang telah dilakukan oleh para pendiri bangsa terdahulu, serta harus kita yakini dan warisi bahwa ini merupakan rahmat yang tak terhingga dari Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa,”ujar Mahfud.

Acara yang  dihadiri para intelektual, tokoh agama, tokoh masyarakat, generasi muda dari berbagai organisasi kemahasiswaan, TNI dan Polri serta budayaawan ini menghadirkan para pemantik diskusi diantaranya, Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD, SH,SU,  Dr. H. Abdul Mu'ti, MEd, Prof. Dr. Saiful Akhyar Lubis, MA  ,Prof. Dr. Saidurrahman, M.Ag  dan Prof. Hj. Sri Sulistyawati,SH.MSi.PhD, Sebelumnya Gerakan Suluh Kebangsaan juga telah melakukan hal yang sama di beberapa Kota besar di Indonesia,” jelas Mahfud.

Sementara itu, sebelumnya Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi yang diwakili Asisten Pemerintahan Djumsadi Damanik memaparkan tentang kondisi Sumatera Utara sejauh ini masih aman dan kondusif, meskipun Sumatera Utara yang berpenduduk sekitar 14 Juta jiwa, dan terdiri dari berbagai etnis suku bangsa, dan terdiri dari berbagai agama, namun masyarakat Sumatera Utara bisa hidup berdampingan dengan aman dan damai,”terangnya.

“Sumatera Utara juga dianugerahi Allah SWT dengan berbagai sumber daya alam yang berlimpah ruah diharapkan dapat mensejehterakan masyarakatnya, Djumsadi juga menyampaikan salam hormat Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi yang tidak dapat hadir pada acara ini karena ada urusan dan kepentingan yang tidak dapat ditinggalkan,”ujarnya.

Bebagai hal dan faktor dibahas dalam forum ini yang menyebabkan berkurangnya nilai – nilai kebangsaan yang dikhawatirkan akan berdampak kepada perpecahan bangsa Indonesia oleh sebab pemilihan umum, maka oleh sebab itu Gerakan Suluh Kebangsaan merasa perlu untuk menghindari perpecahan yang terjadi di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini.

Menurut para pemantik, berbagai hal dapat menjadi berkurangnya nilai – nilai kebangsaan diantaranya tidak adanya Pendidikan Moral Pancasila (pelajaran PMP) sekarang ini disekolah- sekolah dasar saat ini, selain itu makin gencarnya di media social yang menyampaikan berita -berita bohong atau hoax yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa, perbedaan suku bangsa dan agama yang terkadang lebih ditonjolakan disana,”ujar mereka.

Diharapkan dengan Sarasehan Kebangsaan ini dapat menjadi masukan bagi Gerakan Suluh Kebangsaan diketuai Mahfud MD ini, tentang hal – hal apa saja yang dapat dilakukan untuk dapat menghindari perpecahan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang telah berdiri selama 73 tahun ini.(mm)

Penulis:

Baca Juga