Gubsu Edy – Zahir Bertanam Cabai dan Bawang di Batubara

Gubsu Edy Rahmayadi didampingi Bupati Batubara Ir.H.Zahir MAP bertanam cabai dan bawang di lahan seluas 4 hektare di Batubara. (Foto:Istimewa)

BATUBARA – Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan Bupati Batubara Ir H.Zahir,MAP bertanam cabai dan bawang merah di areal PT Perkebunan Sumut (PSU), Kebun Tanjung Kasau, Kecamatan Laut Tador, Batubara.

Cabai dan bawang merah di kawasan bedeng seluas 4 hektare. Gubsu berharap, dengan tekknologi pertanian yang diterapkan hasil produksi tanaman ini nantinya mampu mengatasi inflasi di Sumut.

“Kedua komoditas ini bisa dibilang yang paling sering mempengaruhi inflasi yang terjadi di Sumut. Apalagi, cabai. Mudah-mudahan penanaman yang kita lakukan ini akan menjadi langkah awal untuk menyelesaikan permasalahan inflasi di masa depan,” kata Edy didampingi Zahir, Selasa (14/1/2020).

Gubsu mengimbau agar dibentuk pusat edukasi untuk masyarakat bisa belajar tentang inovasi pertanian. Sehingga, selain menjawab masalah inflasi, juga membantu meningkatkan kesejahteraan petani.

“Mudah-mudahan, kabupaten/kota lain juga menyusul. Sehingga, komoditas pokok di tempat kita terpenuhi, bahkan kalau bisa kita kirim ke luar Sumut. Saya yakin itu bisa karena tanah kita subur-subur,” ucap Edy.

Pada kesempatan itu, pertemuan dengan seluruh kepala desa di Kabupaten Batubara juga dilakukan. Edy memberi semangat dan motivasi untuk berlomba-lomba mewujudkan kesejahteraan di desa masing-masing.

Sebelumnya, Bupati Batubara Zahir  mengatakan penanaman cabai dan bawang merah salah satu upaya Pemkab Batubara untuk mendukung arahan Gubernur untuk menjadikan Sumut sebagai provinsi agraris.

“Kami di Batubara senantiasa mendukung segala kebijakan Gubernur. Kami ucapkan terima kasih untuk dukungan yang juga diberikan pada kami melalui Dinas Pertanian Sumut berupa Cold Storage untuk mempertahankan keawetan komoditas cabai yang mudah membusuk,” ungkap Zahir.

Dijelaskan Zahir, beberapa rencana pengembangan yang akan dilakukan di Batubara, diantaranya yakni membuat kampung tenun, kampung jepang, pemetaan potensi-potensi desa, kampung inggris, dan pembukaan kilang gas pindahan bontang.

Dirut PT PSU Gazali Arief menjelaskan bahwa areal penanaman awal dilakukan pada areal seluas empat hektare (Ha) dengan jumlah bibit bawang merah 93.600 bibit per hektare dan cabai merah 25.000 bibit per hektare.

“Ke depannya akan dilanjutkan sebanyak 20 hektare, 10 hektare cabai dan 10 hektare bawang. Untung per hektare untuk per musim tanam kita perkirakan 300 juta,” jelasnya.

Komentar

Loading...