oleh

Harry Nugroho Mengundurkan Diri sebagai Calon Bupati Batubara

Medanmerdeka.com –  Calon Bupati Batubara, Harry Nugroho secara mengejutkan Selasa malam, mengajukan  surat pengunduran dirinya sebagai bakal calon bupati Batubara Pilkada Serentak Juni 2018, mendatang.

Informasi yang dihimpun, surat tersebut diantarkan salah seorang ke kantor KPUD Batubara di Limapuluh, pukul 20.00 WIB dan sudah diterima KPUD.

Dalam surat ber-materai 6000 tertanggal 23 Januari 2018 ditandatangani langsung atas nama H.RM.Harry Nugroho, SE, dengan prihal Pernyataan Pengunduran Diri sebagai  Bakal Calon Bupati Batubara Periode 2018-2023.

Pria yang berusia 68 tahun, tersebut sebelumnya maju berpasangan dengan Dr.H.M.Syafii diusung partai Nasdem, PAN, Hanura dan PKS.

Adapun alasan Harry yang juga Plt Bupati Batubara disebutkan dalam surat yaitu karena adanya perubahan pemikiran dalam keluarga yang tidak memberikan dukungan dan restu terhadapnya. Bukti surat pernyataan dari keluarga juga dilampirkan untuk KPUD Batubara, dan surat pengunduran ini juga ditembuskan ke partai politik pendukung, KPU Pusat, KPU Sumut dan Bawaslu.

Selain tidak didukung keluarga, pengunduran Harry tak terlepas dari ketidak siapannya untuk bertarung dalam merebut kursi Bupati Batubara. “Secara politik dan finansial pak Harry belum siap untuk bertarung, maklum beliau hanya pensiunan BUMN,” kata seorang warga.

Kesan itu sebenarnya sudah kelihatan sejak awal dimana Hary tiba-tiba muncul mendaftar dengan pasangan Syafii didukung sejumlah parpol. “Dukungan dan pendaftaran ini saja begitu mendadak,” jelas sumber yang enggan namanya disebutkan.

Lalu bagaimana dengan sikap KPUD Batubara? Komisioner KPUD Batubara Taufik Hidayat juga mengaku sudah membaca surat yang diajukan Harry Nugroho.”Suratnya sudah kita terima, tetapi kita tolak,” pungkas Taufik.

Sebagaimana yang sudah ditetapkan dalam PKPU Tahun 2017 Pasal 6 dan 7 Tentang Pencalonan Gubernur/Wakil Gubernur, Wali Kota/Wakil Wali Kota dan Bupati/Wakil Bupati, pasangan calon kepala daerah tidak diperkenankan mengundurkan diri. “Memang belum ada penetapan pasangan calon, namun tidak serta merta  bisa mengundurkan diri. Jelas ini melanggar peraturan,” tegas Taufik. (dra/am/mm)

News Feed