Kasus Sepasang Kakasih Tewas di Kamar Hotel Kisaran

Hasyim Tembak Kekasih Lalu Bunuh Diri

KISARAN - Kasus penemuan jenazah sepasang kekasih mulai terkuak.Diduga Hasyim Prasetya (33) membunuh Devi Istiana, sebelum akhirnya melakukan bunuh diri.

Hasyim menembak bagian belakang kepala Devi dengan senjata api rakitan.  Setelah itu,  Hasyim menembak dirinya sendiri,  tepat diantara alisnya.

Hal ini dikatakan Kapolres Asahan AKBP Faisal F Napitupulu dalam pengungkapan kasus di Polres Asahan, Kisaran,  Selasa (9/1/2019).

"Kesimpulan tersebut, sesuai dengan petunjuk dan bukti-bukti yang kita temukan di lokasi," kata Kapolres.

Sesuai dengan hasil rekaman CCTV, sambung Kapolres, keduanya datang bersamaan dengan menggunakan sepedamotor masing-masing sekitar pukul 11.00WIB siang,  Minggu (6/1/2019).  Sesampainya di hotel,  Hasyim langsung menuju loby untuk memesan kamar. Sementara Devi, menunggu di halaman parkir.

Pada rekaman itu,  Hasyim sempat mengecup Devi, sebelum akhirnya masuk ke dalam kamar hotel berdua. Sampai akhirnya ditemukan tewas,  tak ada satupun orang lain yang masuk ke dalam kamar.

"Petunjuk tersebut, juga bisa dilihat dari kunci kamar yang masih berada di dalam saku celana kiri Hasyim. Jadi tak ada orang lain yang masuk,  selain mereka," jelasnya.

Dari fakta-fakta yang ada,  lanjut Kapolres, kedua korban ditemukan sudah tak bernyawa dan bersimbah darah.  Posisi badan Devie telungkup di tempat tidur,  sementara kakinya menjuntai ke lantai.

Sedangkan posisi Hasyim,  ditemukan tergeletak di lantai dengan kondisi mengenaskan. Kepala Hasyim pecah,  akibat tembakan peluru.  Diantara kedua kaki Hasyim,  ditemukan senjata api mirip pistol. Keduanya tanpa mengenakan busana.

"Senjata api adalah senjata rakitan mirip pistol.  Tetapi pelurunya kaliber 5,56 mm, biasa digunakan untuk laras panjang. Saat ini,  senjata dan pelurunya masih diuji di Labfor Poldasu. Dan saat ini, kita masih melakukan penyelidikan terkait asal-muasal kepemilikan senjata," tegasnya.

Petunjuk lainnya,  ungkap Kapolres,  bahwa pihaknya menemukan sepucuk surat di atas meja, di kamar Hasyim.  Surat tersebut berisi pesan, yang ditujukan kepada ibunya.

"Jadi, sebelum kejadian, korban menulis surat. Setelah dicocokkan, tulisan dalam surat itu adalah tulisan Hasyim, " katanya.

Berdasarkan hasil keterangan keluarga Devi,  terang Kapolres, Hasyim dan Devi sempat bertunangan.  Namun keduanya gagal menikah,  karena lamaran Hasyim ditolak pihak keluarga Devi.  Sebelum peristiwa berdarah itu terjadi, Hasyim mengajak Devi untuk bertemu.

Seperti diberitakan sebelumnya, keduanya ditemukan tewas oleh karyawan hotel. Rencananya,  karyawan tersebut ingin menyampaikan,  bahwa batas waktu menginap telah habis.(dhika)

Penulis: Dhika
Editor: Redaksi

Baca Juga