JR Saragih-Ance Minta Ditetapkan Sebagai Paslon Pilgubsu

dok/mm
dok/mm

Medanmerdeka.com - JR Saragih bakal Calon Gubernur Sumut yang dinyatakan KPU Sumut Tidak Memenuhi Syarat ( TMS ) untuk menjadi Calon Gubernur Sumut  meminta kepada majelis hakim pengadilan  sengketa pilkada Pilgub tahun 2018, agar mengabulkan permohonannya,dan menetapkan dirinya menjadi Pasangan Calon Gubernur dan wakil Gubernur ( JR Saragih – Ance Selian ) pada Pilgub  mendatang.

Hal tersebut terungkap dalam berkas gugatan sengketa Pilkada Pemilihan Gubernur Sumatera Utara di kantor Bawaslu Sumut,diketuai majelis hakim Herdy Munthe,anggota Syafrida R Rasahan dan Aulia Andri. digelar Selasa ( 20/2/2018).

Dalam nota gugatan Pemohon melalui tim kuasa hukumnya yakni Hermansyah,Liberty Sinaga ,Ikhwaluddin Simatupang,Jony Silitonga,Dingin Pakpahan dan Kadirun Sah,dalam gugatan permohonannya dibacakan Ikhwaluddin Simatupang mengungkapkan,bahwa sikap termohon ( KPU Sumut ) mengabaikan Surat Kadis Diknas Sumut adalah melanggar hukum.

Dijelaskan,bahwa sesuai Surat Keterangan diterbitkan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta pada tanggal 19 Januari 2018 menyatakan Bahwa Ijazah dan legalisir JR Saragih sah.Namun surat tersebut yang ditembuskan ke KPU Sumut tidak sampai.

Dan KPU Sumut hanya menerima surat pemberitahuan leges dari Diknas DKI dan hanya ditandatangani Sekretaris,yang menyatakan leges Ijazah JR Saragih tidak sah,dan itulah yang menjadi pegangan KPU Sumut untuk men TMS ( Tidak Memenuhi Syarat ) pencalonan JR Saragih untuk menjadi Calon Gubernur pada Pilgub 2018.

Pemohon juga mempersoalkan apa disebut dengan makna Ijazah dan STTB.Kata Pemohon
Yang dimaksudkan dalam persyaratan adalah Ijazah bukan STTB ( Surat Tanda Tamat Belajar )
Sedangkan yang dipertanyakan KPU adalah STTB.

Karena itu menjadi objek harus diteliti adalah Ijazah.Dan dalam syarat UU no.10 Tahun 2011,yang dimaksudkan adalah Ijazah terakhir.Ijazah terakhir JR Saragih adalah S3,bukan ijazah SMA,”tegas pemohon.

Pemohon juga mengungkapkann , Ijazah JR Saragih sudah pernah dilegalisir pada tahun 2015 dan adanya putusan mensahkan Ijazah pemohon oleh PTUN dan MA menyatakan benar legalisasi adalah sesuatu fakta dan tidak ada masalah,”ujar pemohon

Kalau diteliti lagi ujar pemohon ,atas TMS KPU,bahwa surat dimaksudkan (Surat dari Sekretaris Diknas)  tidak dapat menjadi bahan untuk men- TMS -kan JR.

Sementara  Surat Kadis Diknas DKI pada tanggal 19 Januari menyatakan,legalisir telah sesuai aslinya.Jadi sikap termohon yang mengabaikan surat Kadis Diknas DKI adalah bertentangan dengan hukum.

Pemohon juga dalam sidang tersebut  mempertanyakan,termohon tentang adanya dua surat yakni yang ditandatangani Kadis dan Sekretaris,mana yang diakui,apa mungkin Surat Kepala Dinas Pendidikan DKI tidak diakui keabsahannya ketimbang Surat diterbitkan Sekretaris.

Namun nyatanya yang diakui oleh Termohon adalah surat Sekretaris,dan abaikan Surat Kadis Diknas DKI Jakarta,dan alasan itulah menjadi acuan termohon untuk men TMS kan JR Saragih,dan ini tidak memiliki alasan yuridis,tegas pemohon.(amri/mm)