Kaki Pelaku Spesialis Curanmor Marelan Ditembak Polres Belawan

Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ramdhani Dayan didamping Kasat Reskrim AKP Jerico Candra Lavian memaparkan pengungkapan spesialis curanmor yang berhasil diringkus, Jumat (14/2/2020). (Foto:MEDANmerdeka/Awal)

Belawan - Polres Pelabuhan Belawan menembak kaki Rahmadani alias Dani (23) salah satu diantara dua pencuri sepeda motor yang kerap beraksi di wilayah Belawan.

Kedua pelaku sepeda motor itu, yakni Rahmadani als Dani dan Eko (22)  keduanya warga Pasar IV, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan.

Kedua tersangka kerap beraksi mencuti sepeda motor warga yang terparkir hingga mencapai belasan kali khususnya diwilyah Belawan. Akibatnya, warga resah dan melaporkan kejadian itu ke kantor polisi setempat. Selanjutnya polisi melakukan pengintaian.

Namun saat dilakukan penangkapan, satu diantara tersangka ditengarai ingin mencoba melarihkan diri, sehingga terpaksa ditembak dibagian kakinya.

Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ramdhani Dayan didamping Kasat Reskrim AKP Jerico Candra Lavian mengatakan penangkapan berawal dari adanya laporan masyarakat yang kehilangan sepeda motor beberapa waktu lalu.

"Berdasarkan laporan tersebut, tim langsung bergerak melakukan penyelidikan dan mencari para tersangka," kata Kapolres Ramdhani Dayan, Jumat (14/2/2020).

Dia menjelaskan dalam penyelidikan, petugas mendapati identitas para tersangka curanmor tersebut. Maka itu, petugas Reskrim langsung bergerak kekediaman para tersangka dan melakukan penangkapan. Namun saat diminta menunjuhkan barang hasil curian, satu tersangka atas nama Rahmadani mencoba kabur dan terpaksa diberikan tindakan penembakan.

"Dari pemeriksaan terhadap para tersangka, mereka sudah 15 kali mencuri motor diberbagai tempat di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan. Sasaran mereka motor yang diparkir dan para pekerja yang pulang sendirian," tambah Kapolres.

Dari tangan tersangka, petugas menyita barang bukti satu buah motor Beat BK 4041 ABY hasil kejahatan dan  Gunting besi. Kini Para tersangka dijerat dengan pasal 363 KUHPidana dengan hukuman 9 tahun penjara," tandasnya.

Komentar

Loading...