Kasus Pembunuhan Hakim Jamaluddin

Kejari Medan Terima SPDP Kasus Pembunuhan Hakim Jamaluddin

Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin mengekspos pengungkapan kasus pembunuhan Hakim Jamaluddin yang didalangi oleh istrinya sendiri, Rabu (8/1/2020). (Foto:dok)

MEDAN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan sudah menerima surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) dalam kasus pembunuhan hakim Jamaluddin yang didalangi istri keduanya, Zuraidah Hanum dan dua orang bayaran, Jefri Pratama dan Reza Fahlevi.

"SPDP kasus pembunuhan hakim Jamaluddin sudah diterima Kejari Medan dari Polrestabes Medan, Jumat (10/1/2020) kemarin. SPDP adalah bentuk check and balances dalam menjalankan kewenangan penyidikan," ujar Kasi Intel Kejari Medan, M Yusuf, Senin (13/1/2020).

Yusuf menyampaikan, kejaksaan penuntut umum sebagai pemegang kekuasaan penuntutan mempunyai hak menentukan apakah suatu penyidikan telah lengkap atau belum. Dalam konteks itulah penyidik memberitahukan melalui surat kepada penuntut dimulainya penyidikan.

“Semacam koordinasi saja, karena nanti yang maju (bersidang) kan jaksa,” kata Yusuf sambil menambahkan, Kejari Medan akan berkordinasi dengan penyidik untuk melakukan rekontruksi peristiwa terjadinya pembunuhan tersebut.

“Hari ini tim bersama antara Polrestabes Medan dan Kejari Medan menggelar rekontruksi di tempat kejadian perkara (TKP). Tim Kejari Medan terdiri dari Kasi Pidum, Kasi Intel, Kasi BB, Kasubsi Pra Penuntutan dan Kasubsi Penuntutan,” terang Yusuf.

Yusuf menambahkan, proses hukum perkara itu masih ditangani penyidik kepolisian. Bila memang layak dan lengkap persyaratannya utuk digelar persidangannya, pihaknya pasti akan melimpahkan perkara itu ke Pengadailan Negeri Medan.

“Ada prosedur dalam penanganan setiap perkara. Kita pasti kordinasi dengan penyidik agar segera pelimpahan ke persidangan,” sebutnya.

Seperti diketahui, Zuraidah Hanum ternyata sebagai dalang pembunuhan suaminya, Jamaluddin. Zuraidah menyewa Jefri Pratama dan Reza Fahlevi untuk mengeksekusi hakim Jamaluddin, 29 November 2019, di Komplek Perumahan Royal Monaco Blok B No 22, Kelurahan Gedung Johor.