Kisah Wasito yang Berjuang Menyelamatkan Cucu & Anaknya Dari Ganasnya Banjir Bandang

Luka di bagian kaki sebelah kiri  Wasito (56), korban banjir bandang di Desa  Mosa Palang, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), masih terlihat basah dan belum bisa berjalan. Perjuangannya menyelamatkan cucu dan anaknya terasa sia-sia dihantam ganasnya banjir bandang yang menerjang desanya.

Air matanya mulai menetes ketika penulis mulai mengajaknya bercerita peristiwa banjir bandang yang baru saja menimpa dirinya dan keluarga. Sembari mengusap kening dan kepalanya, suami dari Erniati Dalimunthe yang juga menjadi korban banjir bandang mulai bercerita. Ketika hujan lebat datang, mereka sekluarga berkumpul di dalam rumah.

Seakan-akan sudah mempunyai firasat buruk, Waskito dan Erniati merangkul Cindi (11) dan Esta (2 bulan), yang merupakan anak dan cucu mereka. Tak lupa, pasutri itu juga mengajak Rohani, menantu mereka yang sama-sama berada di dalam rumah. Malang nasib keluarga itu, selang beberapa menit ketika di depan rumah, banjir bandang langsung menerjang mereka.

Mereka langsung lari, namun banjir sudah mengepung.Derasnya air ditambah dengan sampah yang dibawa menambah semakin sulitnya untuk menyelamatkan diri. Saat itu, Waskito menggendong cucunya (Esta) yang saat ini masih hilang dan dalam pencarian, sedangkan Cindi juga hilang digendong istrinya.”Saya pegang cucu lepas anak sebaliknya, digendong anak lepas cucu,” papar Waskito, Kamis (30/11/2018.

Perjuangannya untuk menyelamatkan cucu dan anaknya semakin tipis, karena tenaganya juga semakin lemah dan akhirnya, dia berbenturan dengan batu sehingga anak dan cucunya terlepas. Nyanya bisa selamat karena tersangkut disalah satu pohon sawit.”Saya tidak sadar, ternyata anak dan cucu saya sudah terlepas,”ujarnya. Dia merasa menyesal karena tidak bisa menyelematkan anak dan cucunya itu.

Saat ini, dia hanya bisa berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa, agar cucu dan anaknya itu bisa ditemukan. Dia mengaku, peristiwa seperti itu sudah pernah terjadi di kampung mereka.(ir/mm)

Comment