KPK OTT Dzulmi Eldin Wali Kota Medan 

Wali Kota Medan H T Dzulmi Eldin S

MEDAN - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Medan, Sumatera Utara (Sumut). Ada tujuh orang yang diamankan, salah satunya adalah Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin, Selasa (15/10/2019) malam.

Penangkapan terhadap Dzulmi Eldin menghebohkan masyarakat. Sehubungan dengan penangkapan itu, maka sudah tiga Wali Kota Medan yang berurusan dengan KPK. Mereka adalah Abdillah, Rahudman Harahap dan Dzulmi Eldin.

"Pagi ini, kepala daerah di Medan yang terjaring OTT dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan," ujar Kepala Biro Humad KPK, Febri Diansyah, Rabu (16/10/2019).

Belum diketahui secara pasti kasus yang menyeret Wali Kota Medan. Berdasarkan kabar yang beredar, OTT KPK terkait sebuah proyek di Medan. Dari tujuh orang yang diamankan, beberapa orang di antaranya adalah kontraktor.

Saat ini, status Dzulmi Eldin masih sebagai terperiksa oleh petugas antikorupsi. Nasib Dzulmi Eldin ditentukan setelah selesai menjalani pemeriksaan 1x24 jam. Petugas antirasuah akan mengumumkan status Wali Kota Medan tersebut.

Menyusul OTT KPK terhadap Wali Kota Medan, sistem pemerintahan di Kota Medan, masih tetap berjalan. Namun, kalangan aparatur sipil negara (ASN) hangat membicarakan penangkapan oleh KPK terhadap pimpinannya tersebut.

"Kita tidak mengetahui kasus yang menjerat pimpinan kami. Tentunya ini mengganggu kinerja pemerintahan, apalagi PNS tidak bekerja sediakala melainkan sibuk membahas masalah kebenaran penangkapan terhadap Wali Kota Medan," kata seorang PNS di Pemkot Medan.

Saat pemilihan kepala daerah di tahun 2015 lalu, Dzulmi Eldin yang berpasangan dengan Akhyar Nasution, didukung koalisi 8 partai yakni, PDI Perjuangan, Golkar, NasDem, PPP, PKS, PBB, PAN dan PKPI. Rival mereka dalam pilkada adalah Ramadhan Pohan - Eddie Kusuma, yang didukung Partai Demokrat dan Gerindra.

Penulis: Yohana
Editor: Redaksi

Baca Juga