Lagi, Madina Diterjang Banjir Bandang

Medanmerdeka.com – Dua kecamatan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), kembali diterjang banjir bandang. Akibatnya, puluhan rumah warga rusak dan satu unit lainnya terbakar.

Di Kecamatan Lingga Bayu, jumlah rumah warga yang terseret banjir sebanyak 46 unit dan di Kecamatan Batang Natal 31 unit. Selain itu, di badan jalan yang menghubungkan kedua kecamatan ditemukan puluhan titik longsor, sehingga menjadi kendala bagi tim Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Kabupaten Madina.

Kepala BNPB Kabupaten Madina Yasir Nasution menjelaskan, tingkat kerusakan yang paling banyak ditemukan di Kecamatan Lingga Bayu. Banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Batang Natal yang mengalir tidak jauh dari pemukiman warga.

Umumnya, rumah warga yang hanyut terbuat dari papan, sehingga tidak sanggup menahan derasnya air sungai.”Banjir terjadi karena curah hujan yang tinggi terjadi di Kabupaten Madina.

Di Simpang Gambir, Kecamatan Lingga Bayu, satu unit rumah terbakar. Kejadian tersebut terjadi pada saat banjir melanda wilayah itu. Listrik padam, sehingga masyarakat menyalakan genset.

Malang nasib pemilik rumah, karena arus dari genset itu mengalami korsleting dan membakar seluruh rumah. “Insya Allah, kondisi mulai kondusif, walaupun belum semua personil BNPB bisa masuk kesana,”tandasnya

Olil Batubara (42), warga desa mengatakan, banjir bandang begitu cepat sehingga mereka terpaksa meninggalkan rumah dengan menggunakan perahu.

“Terus terang kami di sini masih butuh pertolongan, menuju desa Huta Godangmuda tempat pengungsian saja jalannya di genangi air setinggi kurang lebih 2 meter,” ungkap Olil kepada medanmerdeka.com.

Desa Muara Angkola itu terletak di kawasan Muara sungai Batang Angkola yang mengalir dari kabupaten Tapanuli Selatan ke sungai batang gadis yang berada di desa muara kabupaten Madina.

Merekapun nekat menaiki perahu kecil secara bergantian untuk menuju pengungsian dan meninggalkan barang-barang di rumah milik mereka yang sudah tergenang air.(zt/mm)

Comment