Lepas dari Pasungan, Penderita Gangguan Jiwa Bacok Ibu dan Abang Kandung

Korban Erwin (25), dirawat di RSU Panyabungan, Kabupaten Madina.(Foto/MEDANmerdeka)

MADINA - Seorang penderita gangguan jiwa, Arsul (20) yang lepas dari pasungan membacok ibu dan abang kandungnya, di Desa Huta Tinggi, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Selasa (2/7/2019) kemarin.

Hingga kini, Sannah (50) dan putranya, Erwin (25), masih dalam perawatan intensif di RSU Panyabungan, akibat luka tebasan parang panjang.

Suami korban, Sori Mandingin (53), mengatakan kejadian terjadi Selasa sekira pukul 21.30 WIB. Malam itu, tanpa setahu mereka, Arsul terlepas dari pasungan. “Selama ini Arsul memang dipasung, karena membahayakan keluarga dan warga desa,” ujarnya.

Setelah terbebas dari pasungan, Arsul mengambil parang di dapur membacok kepala ibunya, Sannah. Erwin yang mengetahui ibunya dibacok, lalu mencoba menangkap Arsul, namun menjadi amukan pelaku.

“Mendengar ibunya menjerit, Erwin lalu mencoba menangkap Arsul, tapi juga ikut dibacok,” terang ayahnya, Rabu (3/7/2019).

Selepas melampiaskan amarahnya, pelaku Arsul dikabarkan kabur ke dalam hutan, sembari meninting parang panjang.

Kapolsek Panyabungan, AKP Andi Gustawi, mengatakan, pihaknya yang mendapat laporan malam itu juga turun ke lokasi, dan kini kedua korban sudah dalam perawatan di RSU Panyabungan, dengan luka bacokan di bagian kepala.“Kedua korban dalam perawatan pihak rumah sakit. Diduga, pelaku masih dalam keluarga yang menderita gangguan jiwa,” kata Kapolsek.

Hingga kini, kepolisian dan masyarakat desa masih mencari keberadaan pelaku Arsul, yang dikabarkan kabur ke dalam hutan. “Kita masih fokus mencari pelaku, agar tidak membahayakan warga lainnya,” tegas Kapolsek.

Penulis: Iswadi Nasution
Editor: Redaksi

Baca Juga