Dugaan Perambahan Hutan Batang Tura Julu Tapsel

Mantap! Puluhan Omak-Omak Dukung Rambe Nginap di Pemkot Sidimpuan

Puluhan omak-omak di Kota Padangsidimpuan memberikan dukungan moril untuka aktivis lingkungan Syahminan Rambe yang melakukan aksi menginap di kantor Pemkot Sidimpuan, Rabu (12/2/2020). (Foto: MEDANmerdeka/Amir)

SIDIMPUAN – Aksi menginap yang dilakukan aktivis lingkungan hidup Syahminan Rambe di kantor Pemko Padangsidimpuan dalam kaitan dugaan perambahan hutan Batang Tura Julu Tapsel oleh Wali Kota Irsan Efendi Nasution meraih simpati kaum omak-omak.

Selain mendoakan Syahmina Rambe tetap sehat, tak sedikit kaum perempuan memberikan bantuan materil yang dimasukan ke kotak. Aksi moril ini merupakan bentuk kepedulian warga mendukung gerakan yang dilakukan Syahminan Rambe.

"Saya ikhlas mendukung aksi ini agar kasus yang melibatkan nama Wali Kota terbuka selebar-lebarnya. Saya juga siap membantu kebutuhan seperti makan untuk pak Rambe itu asal aksi ini berlanjut," kata seorang warga kepada medamerdeka.com, Rabu (12/2/2020).

Syahminan Rambe, mengungkapkan dirinya berterima kasih atas perhatian dan solidaritas warga serta akan tetap bertahan hinga Wali Kota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution keluar memberikan penjelasan kepadanya.

"Saya terharu dengan perhatian ibu ibu yang datang memberikan bantuan, saya tidak mengira banyak warga yang merasa seperjuangan. Saya akan tetap bertahan di sini. Aksi yang diberikan ibu-ibu merupakan bukti warga Padangsidimpuan semua menginginkan Wali Kota menjawab apa yang saya tanyakan," kata Rambe.

Seperti diberitakan, sebelumnya Wali Kota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution, membantah melakukan perambahan hutan di Batang Tura Julu, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel).

Dan, Irsan mengaku sudah menerima  Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) oleh penyidik kepolisian dan kasus ini akhirnya menuai kontroversi di kalangan masyarakat, sebab SP3 Irsan dinilai tidak menemui syarat yang diatur undang-undang.

Komentar

Loading...