Masyarakat Taput Tolak Pergantian Nama Bandara Silangit

Medanmerdeka.com – Pergantian nama Bandara Silangit menjadi Bandara Raja Sisingamangaraja XII Internasional mendapat reaksi keras masyarakat dan Bupati Taput, Drs Nikson Nababan.

“Segera, kita akan melakukan langkah dan upaya pembatalan pergantian nama Bandara Silangit.Semua jalur akan ditempuh,” tegas Nikson, Sabtu kemarin.

Langkah ini dilakukan Pemkab Taput sehubungan munculnya gejolak terkait pergantian nama yang dilakukan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Perhubungan.”Hari ini, kita telah menerima surat keberatan masyarakat. Ini akan menjadi salah satu lampiran dalam surat sanggahan Pemkab Taput kepada Dirjen perhubungan udara Kementerian perhubungan atas penetapan pergantian nama Bandara Silangit,” jelasnya.

Nikson berharap, seluruh upaya demi memperjuangkan suara masyarakatnya yang mengaku keberatan atas pergantian nama bandara akan berhasil mengembalikan nama Bandara Silangit.

Penolakan masyarakat merupakan hal yang lumrah, apalagi nama Bandara Silangit sudah diresmikan langsung Presiden Joko Widodo pada 24 September 2017 lalu. “Dukungan pergantian nama yang mengatasnamakan Pemkab Taput bukan berasal dari dirinya sebagai Bupati, melainkan pengajuan dari pelaksana tugas Bupati Taput, Mauliate Simorangkir, tertanggal 24 April 2018. Ketika itu saya nonaktif dalam perhelatan pilkada Kabupaten Taput.

Seharusnya, sambung Nikson, pengusulan perubahan nama itu harusnya berasal dari Bupati dan DPRD, bukan dari pelaksana tugas yang memiliki kewenangan terbatas,” sebutnya. “Seyogiyanya usulan pergantian nama oleh pelaksana tugas Bupati ditolak oleh kementerian. Sebab, Mauliate Simorangkir hanya sebatas pelaksana bukan pembuat kebijakan,” tegasnya.

Comment