oleh

Miris! Siswa SDN Kelas V-VI Belajar Satu Ruangan Bersekat Papan

Minim Perhatian Pemerintah, Sudah Berlangsung Puluhan Tahun.

PROSES belajar dan mengajar di SDN 371 Desa Patiluban Hilir, Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut) tampak tak lazim. Dua orang guru Kelas V dan Kelas VI silih berganti menerangkan di depan kelas. Ironisnya, hal ini justru sudah berlangsung 37 tahun karena minimnya ruangan belajar.

Dari amatan medanmerdeka.com, suasana ruangan belajar setiap harinya tampak riuh. Konsentrasi para siswa dalam menyerap belajar dari para guru tentunya terganggu. Untuk memisahkan siswa KelasV dan Kelas VI, para guru dan kepala sekolah mendirikan sekat/dinding papan.

Agar proses belajar dan mengajar berjalan sempurna, guru kelas V dan VI membuat kesepakatan. Jika guru kelas V menerangkan di papan tulis, guru kelas VI tentunya melakukan aktivitas lain ataupun mengoreksi para siswanya.Begitulah yang sudah berjalan sejak SDN 371 didirikan puluhan tahun silam.

“Ya kondisinya seperti ini, sejak sekolah dibangun puluhan tahun lalu. Kami sudah mengusulkan penambahan ruangan, namun Pemkab Madina belum mampu untuk menambah ruangan belajar sehingga siswa dua kelas digabung menjadi satu kelas,” ungkap Kepala Sekolah (Kasek), Nirwansyah.

Nirwansyah berharap tahun ini perhatian Pemkab Madina maupun provinsi untuk membantu penambahan ruangan belajar sehingga proses belajar dan mengajar di sekolah mereka dapat berjalan sebagaimana mestinya. Bahkan, sambung Nirwansyah kondisi gedung sekolah juga sudah memprhatinkan dikala hujan kerap menjadi langganan banjir.

Kondisi yang berlangsung lama ini tentunya membuat para siswa dan orang tua mengeluh. “Wajar jika siswa dan orang tua mengeluhkannya, namun kami tetap semangat memotivasi siswa untuk terus menggali ilmu lebih gigih lagi,” kata Nirwansyah.(thoriq/mm)

Komentar

News Feed