Motif Pembunuhan Janda Kota Binjai Dipicu Sakit Hati

DITANGKAP : Sofyan Wandi (duduk di lantai) pelaku pembunuhan Indri Lestari janda satu anak warga Binjai, dibekuk tim Reskrim Polres Binjai di rumah istrinya di Kabupaten Sergai.(foto:ist/mm)

DITANGKAP : Sofyan Wandi (duduk di lantai) pelaku pembunuhan Indri Lestari janda satu anak warga Binjai, dibekuk tim Reskrim Polres Binjai di rumah istrinya di Kabupaten Sergai.(foto:ist/mm)

Medanmerdeka.com – Kasus pembunuhan Indri Lestari (37), dalam waktu singkat berhasil diungkap Satreskrim Polres Binjai. Pelakunya tak lain teman selingkuhan korban, Sofyan Wahid (39) warga Desa Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai).

Sofyan diciduk di rumah istrinya, Minggu (21/10/2018) sekira pukul 21.30 WIB, atau 10 jam pasca melakukan pembunuhan Indri Lestari, penduduk Jalan T Amir Hamzah, Kelurahan Pahlawan, Binjai Timur.

Kapolres Binjai AKBP Donal P Simanjuntak melalui Kasat Reskrim Polres Binjai AKP Pirman Imanuel Paranginnangin, mengatakan dari hasil pemeriksaan awal terhadap tersangka pelaku, kasus pembunuhan ini bermotifkan sakit hati.

“Sebelum terjadi pembunuhan, korban mengeluarkan kata-kata yang menyinggung perasaan dan sakit hati pelaku. Pada saat itu terjadi pertengkaran, sehingga pelaku mengambil pisau menikam korban,” kata Pirman, Selasa (23/10/2018).

Korban, Indri Lestari.
Korban, Indri Lestari.

Menurut pengakuan tersangka Sofyan yang sehari-hari bekerja sebagai security perusahaan swasta di Mabar Hilir hubungannya dengan korban Indri, janda beranak satu sudah berlangsung lima tahun. Terakhir, sebelum terjadi pembunuhan korban Indri, Sabtu (20/10) mengirimkan SMS ke Sofyan untuk datang ke kontrakannya di Perumahan Royal, Jalan Danau Batur, Binjai Timur. Sedangkan pelaku Sofyan, tengah berada di kontrakannya di Pasar III, Mabar, Kecamatan Medan Labuhan.

“Mereka berdua bertemu Minggu (21/10) pukul 09.30 WIB, di persimpangan dekat TKP, dan korban menunggu dengan mengendarai sepeda motor. Lalu keduanya sama-sama berangkat ke rumah kontrakan korban,” jelas jelasnya.

Setibanya di kontrakan, keduanya lalu masuk ke kamar. Dalam pertemuan itu, korban Indri menangih uang Rp2 juta yang sudah dijanjikan Sofyan.Hanya saja, uang yang diminta hanya dipenuhi Rp400 ribu. Sofyan janji akan menambahinya jika nanti ada rezeki. “Korban marah, sembari mengusir pelaku dengan kata-kata kasar yang membuatnya tersinggung,” jelas kasat.

Sofyan lalu beranjak ke dapur mengambil pisau dan mengarahkanya ke tubuh Indri. Pada saat itu, Indri mencoba melarang Sofyan, namun pria beristri tersebut sudah marah sehingga menikam dada korban.

“Setelah di tikam, korban Indri masih menjerit minta tolong sehingga membuat warga curiga. Pelaku Sofyan membekap mulut korban dan menghujani tubuh janda ini dengan lima kali tikaman hingga tewas,” katanya.

Untuk memastikan korban tewas, pelaku Sofyan mendeteksi detak tadi Indri dan beberapa kali membuka kelopak mata korban. Setelah dipastikan meninggal dunia, Sofyan membersihkan diri ke dapur dan meninggalkan korban tergelatak di lantai.

Selanjutnya pelaku kabur kembali ke kontrakannya dan melanjutkan perjalanan pulang ke rumah istrinya di Sergai. Namun malang, baru beberapa jam di rumah, tersangka Sofyan dijemput paksa petugas Satreskrim Polres Binjai untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.(adid/mm)

Comment