Nasib 28 ABK KM Mega Top Sibolga Belum Jelas

Ilustrasi
Ilustrasi

Medanmerdeka.com -  Nasib KM Mega Top berkapasitas GT34 nomor lambung 395 PPJ bersama 28 ABK milik UD Sinar Mas, Sibolga yang hilang di perairan Aceh, hingga belum jelas keberadaannya.

Gubernur Sumatera Utara, H.T.Erry Nuradi mengatakan, pihakny hingga kini masih terus berkoordinasi dengan Pemko Sibolg dan Basarnas Provinsi. “Persoalan ini masih tetap kita bahas dan Basarnas masih terus melakukan pencaharian hingga sekarang,” kata Erry, Jumat (26/1/2018).

Kendala yang dihadapai, sambung Gubsu, sejak dinyatakan hilang pada 3 Januari, alat komunikasi KM Mega Top UD Sinar Mas, Sibolga tersebut sudah tidak aktif lagi. “Alat komunikasinya tidak aktif lagi, sehingga sulit melakukan pelacakan atau pencarian oleh Basarnas melalui satelit,” jelasnya

Begitu pun, lanjut Erry, Pemprovsu tetap berkoordinasi dengan Basarnas untuk terus melakukan pemantauan sesuai standar operasional prosedur. Pemantauan dilakukan terutama kepada kapal yang diduga merupakan kapal yang hilang tersebut. “Sampai hari ini sudah masuk hari ke 23, memang belum kita temukan. Saya juga dapat laporan dari Walikota Sibolga, hingga saat ini mereka juga terus melakukan pemantauan,” terang Erry.

Seperti diberitakan sebelumnya, Humas UD Sinar Mas, Aswin Nasution menuturkan, kapal ini telah dinyatakan hilang kontak sejak tanggal 3 Januari 2018 pukul 03.00 WIB dini hari.

Sebelumnya Kapal berangkat dari TPI Pondo Batu tanggal 27 Desember 2017 menuju lautan. Dan pada tanggal 3 Januari 2018, pihak perusahaan kehilangan kontak hingga sekarang. “Kapal ini membawa 28 orang ABK dan 1 orang menumpang dari laut,” tutur Aswin.

Hilangnya kapal ini, sambung Aswin sudah dilaporkan ke pihak terkait dan diteruskan Simu, Mentawai, Bengkulu dan Dumai.”Sudah dilapor ke AL, Basarnas, AIRUD, Mabes Polri, dan kabar masih tetap di 94 bujur barat, 1 derajat lintang selatan, daerah Simu, masuk Aceh,” jelasnya.

Diuga hilangnya Kapal penangkap ikan yang membawa 28 orang Anak Buah Kapal (ABK) karena dihantam badai di area Simuk Perairan Provinsi Aceh. “Kita tidak tau kondisinya saat ini, informasi sebelum hilang kontak terjadi badai dengan kecepatan 30 knot per jam,” terang Aswin, sembari menegaskan jika KM Mega Top sudah sesuai dengan standart dan layak berlayar.

Sebelum berangkat, sudah melewati pemeriksaan pihak berwajib dan sudah sesuai standar layak berlayar. Semua kelengkapan ada di kapal, termasuk GPS, makanya kita dapat ketahui lokasi terakhir kapal sebelum lost kontak,.

Sementara itu, pihak Pos SAR Sibolga Suhaimi Idris mengaku telah mendapat laporan kapal hilang pada tanggal 3 Januari 2018 dari pihak UD. Sinar Mas dan melakukan koordinasi dengan pihak SAR Aceh untuk melakukan kerjasama sebagai penanggungjawab dimana kapal tersebut dinyatakan hilang serta melacak titik kordinat terakhirnya.

“Tanggal 3 Januari lalu kita mendapat laporan tentang kapal hilang dari Humas UD. Sinar Mas, dan kita langsung berkordinasi dengan pihak SAR Aceh, dan dari hasil pelacakan kita dapat titik kordinatnya saat hilang kontak terakhir, yaitu di S:01 13. 31 dan E:94 57. 72, berjarak 200 N/M dari Nias Selatan dan 300 N/M dari Kota Sibolga,” kata Idris.(am/uja/mm)